Solopos Hari Ini: Josua Pegang Kartu Sambo

Motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Josua (J) yang diotaki Irjen Pol. Ferdy Sambo kian terungkap.

 Harian Solopos edisi Jumat (12/8/2022).

SOLOPOS.COM - Harian Solopos edisi Jumat (12/8/2022).

Solopos.com, JAKARTA — Motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Josua (J) yang diotaki Irjen Pol. Ferdy Sambo kian terungkap. Meski belum diakui kepolisian, muncul pernyataan yang menyebut Brigadir J memegang rahasia Sambo.

Kuasa hukum keluarga mendiang Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menyatakan Brigadir J dihabisi karena memegang rahasia Ferdy Sambo dan sempat membocorkannya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Ya memang hanya orang dewasa yang bisa dimintai pertanggungjawaban hukum. Ini kan bahasa-bahasa politisi. Kalau masalah rumah tangga kan pernyataan dulu awal saat saya membuat laporan polisi di Bareskrim Polri, ada dugaan ada informasi bahwa Bapak Ferdy Sambo diduga memiliki kedekatan dengan polwan cantik ya, dan itu menjadi rahasia umum dan kedekatan itu apa benar atau tidak tugas penyidik untuk membuktikan,” ujar Kamaruddin dalam wawancara yang diunggah kanal Youtube CNNIndonesia, Rabu (10/8/2022) malam.

Kamaruddin menjelaskan, berdasarkan data yang ia kumpulkan mendiang Brigadir J sempat dimintai keterangan oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, terkait hubungan asmara jenderal bintang dua Polri itu dengan polwan. Diduga Brigadir ] sempat membocorkan hubungan tersebut hingga memicu perselisihan antara Ferdy Sambo dan istrinya.

Baca juga: 2 Versi Motif Pembunuhan Brigadir J, Mana yang Benar?

Hal itu, kata Kamaruddin, diduga memicu kemarahan Ferdy Sambo yang berujung ancaman pembunuhan terhadap bintara asal Jambi tersebut.

“Almarhum ini diduga dimintai keterangan oleh ibu PC tentang ‘bapak ke mana, kenapa tidak pulang’, sehingga di antara mereka ada perselisihan. Itulah dugaan sementara dan penyidik sudah tahu, makanya di ancaman tanggal 7 Juli itu bunyinya ‘apabila naik ke atas akan dibunuh atau dibantai? Selengkapnya di halaman depan Harian Solopos edisi Jumat (12/8/2022).

Resah di Balik Tambang Emas Wonogiri

WONOGIRI — Pembicaraan tentang analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) kepiatan pertambangan dan pengolahan emas di Bukit Randu Kuning, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Kamis (11/8/2022), ditunda. Tambang emas ini merupakan area eksplorasi PT Alexis Perdana Mineral.

Informasi yang dihimpun Espos, pembicaraan itu ditunda lantaran konsultan penyusun amdal tak dapat hadir. Penundaaan tersebut disesalkan sejumlah warga. Mulanya, agenda diskusi yang digelar PT Alexis Perdana Mineral (APM) itu bakal dilaksanakan di sejumlah dusun di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, yaitu Dusun Geran-Geritan, Bulu-Jendi, dan Nglenggong-Jatisari.

Belakangan, dusun-dusun tersebut menjadi daerah terdampak langsung dari rencana kelanjutan eksplorasi emas oleh PT Alexis Perdana Mineral di Bukit Randu Kuning. Pelaksanaannya digelar di tiga tempat, antara lain Balai Dusun Geritan, Bulu, dan Nglenggong.

Baca juga: Sosialisasi Amdal Tambang Emas di Jendi Wonogiri Ditunda, Warga Kecewa

Setiap dusun dijatah mengundang 40 warga sebagai perwakilan masyarakat. Namun, sebelum menggelar diskusi, warga setempat telah mengikuti konsultasi publik yang digelar pada 19 Juli 2022 lalu di Kantor Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

Dari seluruh warga yang hadir dalam konsultasi pertama itu, sebagian warga tak diundang pada agenda pertemuan kedua di tiga balai dusun di Desa Jendi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos, warga yang tak diundang lagi itu yang menolak keras kegiatan penambangan emas oleh PT APM. Selengkapnya di halaman depan Harian Solopos edisi Jumat (12/8/2022).

Pemkot Bakal Beli Lahan Baru

SOLO — Pemerintah Kecamatan Banjarsari mengajukan dua opsi lahan untuk pembangunan Kantor Kelurahan Banjarsari yang terdampak pembangunan underpass Joglo, Solo. Namun, dua lahan itu bukan milk Pemkot shingga harus ada pembelian lahan.

Demikian disampaikan Camat Banjarsari, Beni Supartono Putro. Dia menjelaskan opsi lahan di utara, yakni di JL. Jayawijaya, Solo, dan di timur atau dekat SMPN 18 Solo. Lahan untuk pembangunan kantor kelurahan sedikitnya 1.000 meter persegi.

Baca juga: Pembebasan Lahan Underpass Joglo, Sejumlah Aset Pemkot Solo Ikut Kena

“Kami sudah membuat telaah dan pertimbangan kepada Wali Kota Solo karena terdampak pembangunan. Sebenarnya meskipun tidak ada pembangunan [lokasi kantor kelurahan] kurang representatif karena sempit, jadi tidak punya lahan parkir,” kata dia, Kamis (11/8/2022).

Menurut dia, sudah ada keputusan Wali Kota Solo mengenai pembelian lahan seta pembangunan kantor kelurahan, namun menunggu persetujuan dari Badan Angearan DPRD Solo dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Selengkapnya di halaman Soloraya Harian Solopos edisi Jumat (12/8/2022).

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gugatan Ditolak PTUN, Eks Pegawai KPK Segera Ajukan Banding 

      Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak dua gugatan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

      Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping dan Jokowi

      Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping pada bulan November 2022 mendatang.

      KPK dan Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Setop Provokasi Rakyat Papua

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memprovokasi masyarakat supaya tidak memperkeruh suasana. 

      GoTo dan Nadiem Makarim Kembali Digugat Rp41,9 Triliun

      Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem Anwar Makarim atau Nadiem Makarim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

      Kapolri Listyo Sigit Pesan Begini Jelang Pemilu 2024

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. 

      Eks Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti Segera Disidang Kasus Suap Perizinan

      KPK menduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar Rp50 juta dari OoN untuk Haryadi Suyuti melalui tersangka TBY dan untuk tersangka NWH.

      Jenazah 4 Pekerja Korban KKB Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman

      Empat orang tersebut menjadi korban KKB Papua dalam peristiwa penyerangan pekerja jalan Trans Papua Barat, beberapa hari lalu.

      Polda Papua Kejar Warga Mabuk Pembakar Kantor Distrik Kebo

      Dia menyatakan, kasus pembakaran Kantor Distrik Kebo kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Paniai.

      Belum Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bisa Kena Tilang, Ini Alasannya

      Dalam UU tersebut, Aan mengatakan, STNK harus dimintakan pengesahan setiap satu tahun sekali.

      Uni Eropa Kecam Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina oleh Rusia

      Rusia dianggap Uni Eropa sebagai ancaman bagi keamanan global.

      Jadi Rujukan se-Indonesia, Ini Alasan Gus Baha Masih Ceramah Berbahasa Jawa

      Walaupun penggemar Gus Baha sudah menjangkau lintas suku dan daerah tapi ia masih sering menggunakan bahasa Jawa di setiap ceramahnya.

      Berulangkali Lakukan KDRT, Rizky Billar Sulit Lepas dari Jeratan Pidana

      Polisi juga meminta Lesti Kejora untuk melakukan visum untuk melengkapi laporannya.

      Gempa Bumi Tapanuli Utara Picu Kebakaran Pasar Sarulla

      Si jago merah melahap bangunan pasar Sarulla dengan kobaran yang besar.

      Puan Maharani Bacakan Ikrar di Hari Kesaktian Pancasila, Begini Isinya

      Ikrar Puan Maharani tersebut yang diamini semua peserta upacara Hari Kesaktian Pancasila.

      Kecam Lukas Enembe, Majelis Rakyat Papua: Tak Elok Judi Pakai Uang Korupsi

      Menurutnya, perjudian dengan menggunakan dana korupsi sangat tidak etis, karena di kampung-kampung di Papua masih banyak masyarakat yang miskin dan menderita.