Harian Umum Solopos edisi Rabu (22/5/2019).

Solopos.com, SOLO — Capres pemenang Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi), memastikan akan menjadi pemimpin dan pengayom untuk seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan capres Prabowo Subianto menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 dan akan mengajukan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Jokowi menyampaikan pidato kemenangan di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019), setelah KPU menetapkan hasil Pemilu 2019. "Setelah dilantik di Bulan Oktober nanti, kami adalah presiden dan wakil presiden seluruh Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom rakyat dari 100 persen rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial bagi 100 persen rakyat Indonesia," ujar dia.

Kabar mengenai reaksi Jokowi dan Prabowo setelah KPU menetapkan hasil Pemilu 2019 itu menjadi sorotan utama di Harian Umum http://www.solopos.com">Solopos edisi hari ini, Rabu (22/5/2019). Berita itu bisa disimak selengkapnya di: https://epaper.solopos.com/">E-Paper Solopos.

Selain itu, ada pula kabar mengenai penangkapan lima terduga teroris di Garut. Terduga teroris itu diduga terkait dengan penyelundupan senjata api ilegal.

Sita Senapan Serbu, 5 Terduga Teroris Ditangkap

Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Pur) Soenarko ditangkap dan ditahan terkait dengan dugaan penyelundupan senjata api ilegal. Selain itu, polisi menangkap lima terduga teroris di Garut yang tengah perjalanan menuju Jakarta dan akan menyusup saat aksi 22 Mei.

Soenarko ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (19/5/2019). Polisi dan TNI juga menangkap seorang prajurit TNI yaitu Praka BP terkait kasus ini.

Baca secara lengkap di: https://epaper.solopos.com/">E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar utama mengenai 53 kasus baru terkait HIV/AIDS di Sragen. Ada juga ulasan mengenai pengelolaan sampah di Karanganyar.

53 Kasus Baru di Sragen

Selama triwulan pertama 2019, ditemukan 53 kasus baru pengidap HIV/AIDS di Bumi Sukowati. Sebanyak 49 warga di antaranya teriveksi HIV, sementara 4 warga lainnya positif AIDS.

Koordinator Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen, Wahyudi, mengatakan salah satu dari 53 warga yang terpapar HIV/AIDS tersebut merupakan anak balita.

Baca selengkapnya di: https://epaper.solopos.com/">E-Paper Solopos.

Rampungkan Sampah di Kelurahan dengan TPST

Pengelolaan sampah yang tepat bisa membuatnya tak meluber ke mana-mana. Hal itulah yang dilakukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Makaryo Utomo di Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Fasilitas itu mampu memilah sampah sebanyak tujuh bak mobil per pekan sehingga persoalan sampah selesai di tingkat kelurahan. Espos yang menyambangi fasilitas yang berada di Lingkungan Kalisoro RT 002 RW 001, Kelurahan Kalisoro, Selasa (21/5/2019) pukul 09.00 WIB, itu, menjumpai empat orang yang berbagi tugas memilah sampah, mengeruk sampah organik, mengoperasikan mesin pencacah, dan memasukkan sampah halus ke bata berongga.

Simak secara lengkap di: https://epaper.solopos.com/">E-Paper Solopos.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten