Solopos Hari Ini: Jemaah Umrah Terlunta-Lunta
Harian Umum Solopos edisi Jumat (28/2/2020).

Solopos.com, SOLO — Kebijakan pemerintah Kerajaan Arab Saudi menghentikan sementara penerbitan visa umrah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (Covid-19) membuat jemaah umrah terlunta-lunta. Ribuan calon jemaah umrah asal Jawa Tengah (Jateng) kemungkinan batal berangkat ke Tanah Suci, Mekah, pada Kamis (27/2/2020).

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) DPD Jateng dan DIY, Endro Dwi Cahyono, memperkirakan 1.000-2.000 calon peserta umrah dari Jateng tidak bisa berangkat akibat kebijakan Pemerintah Arab Saudi itu.

Ulasan mengenai jemaah umrah yang terlunta-lunta itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (28/2/2020). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, ada pula kabar dari terkuaknya penyakit pasien di RS Kariadi yang sebelumnya sempat diduga mengidap virus corona. Flu babi adalah jawabannya.

Flu Babi Jawab Teka-Teki Meninggalnya Pasien RS Kariadi

Teka-teki penyakit yang diderita pasien di RSUP dr. Kariadi Semarang akhirnya terungkap. Sempat dicurigai positif terinfeksi virus corona, pasien tersebut dipastikan meninggal karena terjangkit H1N1 atau flu babi.

Petugas RSUP dr. Kariadi, Kota Semarang, harus membungkus jenazah salah satu pasien suspect virus corona dengan plastik sebelum dimakamkan. Petugas juga memakai alat pelindung diri, masker, kacamata, dan topi sesuai prosedur saat memandikan jenazah.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Di halaman Soloraya, terdapat kabar dari terbongkarnya pabrik pupuk palsu. Ada pula ulasan mengenai membeludaknya pendaftar PPS di Sukoharjo.

Polda Jateng Ungkap Pupuk Palsu

Aparat Polda Jawa Tengah (Jateng) membongkar kasus produksi pupuk diduga palsu di tujuh pabrik di dua daerah, yakni Wonogiri dan Gunung Kidul, DIY, Rabu (26/2/2020) sore. Polisi menangkap enam tersangka yang berperan sebagai pemilik pabrik dan petugas pemasaran.

Pupuk palsu yang beredar ke petani di berbagai daerah di Jateng dan Jawa Timur (Jatim) diduga mencapai ratusan ton. Para tersangka yang ditangkap adalah Teguh Suparman, 54, warga Belik RT 001/RW 011, Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri pemilik satu pabrik di Pracimantoro dan Farid Giri Saputra, 28, warga Blindas RT 004/RW 005, Desa Pracimantoro pemilik tiga pabrik di Pracimantoro.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Pelamar PPS Sukoharjo Melebihi Kebutuhan

Jumlah pelamar yang ingin menjadi anggota panitia pemungutan suara (PPS) di Kabupaten Sukoharjo membeludak.

Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Sukoharjo, Suci Handayani, mengatakan secara keseluruhan jumlah pelamar PPS di Kabupaten Sukoharjo sejak dibuka masa pendaftaran mulai 18-24 Februari mencapai 1.236 orang.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho