Solopos Hari Ini: Jateng Kian Merah
Koran Solopos hari ini edisi Senin (30/11/2020) mengulas tentang Jawa Tengah kian merah.

Solopos.com,SOLO--Koran Solopos hari ini edisi Senin (30/11/2020) mengulas tentang Jawa Tengah kian merah.

Jawa Tengah (Jateng) akhirnya menjadi provinsi dengan jumlah kasus harian Covid-19 tertinggi di Indonesia menyalip DKI Jakarta. Seiring situasi itu, sejumlah daerah di Soloraya melaporkan ruang isolasi di rumah sakit (RS) kian penuh.

Data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Minggu (29/11/2020) rekor baru kasus harian Covid-19 di Indonesia kembali tercipta, yakni 6.267 kasus. Jateng menyumbang kasus terbanyak, yakni sebanyak 2.036 kasus, jauh di atas DKI Jakarta yang menyumbang 1.431 kasus baru.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Baki Tempo Dulu dalam Foto dan Berita

Puluhan foto dengan beragam ukuran dipajang di Pendapa Kantor Kecamatan Baki. Foto itu dipajang di bingkai yang ditata rapi memenuhi ruangan aula kantor kecamatan. Tak hanya foto, beberapa peta wilayah dan kliping berita berbahasa Belanda juga turut dipamerkan di ruangan tersebut.

Pameran foto dan arsip bertajuk "Baki Tempoe Dulu" itu digagas oleh para pegiat sejarah bekerjasama dengan masyarakat Baki. Selain foto dan arsip, juga dipamerkan benda-benda yang memiliki nilai histori seperti batu bata dan selongsongan peluru bekas peninggalan penjajahan Kolonial Belanda. Pameran foto dan arsip itu diselenggarakan selama dua hari mulai 28 November-29 November.

Pameran foto dan arsip itu menggambarkan perjalanan sejarah wilayah Baki mulai tahun 1827-1997. "Perjalanan sejarah di Baki dimulai saat perang gerilya yang dipimpin Pangeran Diponegoro pada 1827. Kala itu, pasukan Pangeran Diponegoro menyerang benteng Milik Kolonial Belanda di Gawok, Gatak. Lantaran gagal, pasukan Pangeran Diponegoro melarikan diri ke wilayah Baki" kata seorang pegiat sejarah di Baki, Surya Harjono, saat berbincang dengan Espos, Sabtu (28/11/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Pembangunan Flyover Purwosari, Libur Nataru Belum Pasti Dibuka

ndekati penghujung tahun, pembangunan flyover atau lintas atas Purwosari mencapai 92%. Diperkirakan pada bulan depan, proyek mercusuar Kota Bengawan itu rampung secara fungsional. Saat ini, pengerjaan masih menyisakan finishing, seperti pengaspalan dan pemasangan lampu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Jawa Tengah, Alik Mustakim mengatakan sedianya jalur tersebut bakal dibuka pada libur Natal dan Tahun Baru.

Namun, kepastian pembukaan belum didapat mengingat pemerintah pusat telah menghapus libur panjang akhir tahun guna menekan persebaran virus SARS CoV-2. “Tinggal sebentar lagi pekerjaannya, kami sebenarnya menyiapkan untuk fungsional pada Libur Nataru sebagai uji coba. Tapi karena libur panjangnya dihapus, kami belum bisa memastikan jadi tidaknya,” kata dia, dihubungi Espos, Minggu (29/11/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

2 Pedagang Positif, Pasar Gede Tak Ditutup

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mempertahankan operasional Pasar Gede meski dua pedagang di pasar itu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Penutupan tak dilakukan mengingat keduanya termasuk penderita asimtomatik dan sudah menjalani karantina mandiri. Pemkot hanya melakukan pengawasan ekstra dan peningkatan protokol kesehatan serta penyemprotan desinfektan secara periodik.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengatakan kedua pedagang tersebut sebelumnya dinyatakan reaktif setelah menjalani uji cepat atau rapid test belum lama ini.

Mereka lantas diminta uji swab yang hasilnya positif Corona. Heru menyebut pihaknya tak berencana melakukan penutupan sementara. Kebijakan tersebut diakuinya berbeda dengan Pasar Harjodaksino yang sempat ditutup pada Juli dan Oktober.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom