Kategori: Nasional

Solopos Hari Ini: Jangan Picu Klaster Baru


Solopos.com/Tim Solopos

Solopos.com, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganjurkan masyarakat melaksanakan Salat Iduladha di rumah apabila wilayahnya belum aman. Sikap pemerintah daerah dan organisasi masyarakat pun beragam.

Anjuran Salah Iduladha di rumah itu dituangkan dalam Fatwa No. 36/2020 tentang Pelaksanaan Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Kurban. Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa Sholahudin Al Ayub mengatakan pelaksanaan Salat Iduladha menjadi bagian dari syiar Islam yang dianjurkan untuk dilaksanakan.
Tapi, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kondisi kawasan tempat tinggal terutama terkait tingkat penyebaran Covid-19.

"Karena kondisinya saat ini lebih mengkhawatirkan dari sebelumnya. Kalau bisa dilakukan atau wilayahnya sudah terkendali, maka bia dilakukan di masjid atau lapangan, di tempat terbuka, pakai protokol kesehatan yang ketat," ungkap Ayub kepada Bisnis, Minggu (26/7/2020).

Beberapa anjuran bagi masyarakat bisa melaksanakan salat di masjid atau lapangan adalah membawa alat salat sendiri, bersuci atau wudhu dari rumah mengenakan masker, dan menjaga jarak.

Berita selengkapnya bisa dibaca di Harian Umum Solopos edisi Senin (27/7/2020). Berita bisa juga dibaca di E-Paper Solopos.

Teori Konspirasi

Di halaman Berita Utama, ada berita mengenai teori konspirasi terkait pandemi Covid-19. Meskipun dinilai tak masuk akal dan menuai kecaman, aksi para influencer pendukung teori pandemi Covid-19 adalah konspirasi terus bergerak.

Mereka tak hanya bergerak di media sosial, tapi melakukan perbuatan yang melanggar protokol kesehatan.

Perbuatan itu pula yang ditunjukkan oleh Jerinx, drummer band Superman Is Dead (SID) yang vokal dalam menyuarakan teori konspirasinya. Terbaru, Jerinx SID diketahui aktif dalam aksi massa di Bali yang dikenal dengan Bali Tolak Rapid & Swab Test.

Dalam aksi itu Jerinx berada di barisan depan dengan peserta aksi lainnya tanpa masker dan tanpa jarak. Aksi Jerinx SID ini diunggah di akun Instagramnya pada Minggu (26/7/2020).

Berita selengkapnya bisa dibaca di E-Paper Solopos.

Di Soloraya, ada kabar dari Kota Solo mengenai sepuluh tenaga kesehatan (nakes) terkonfirmasi Covid-19 asimtomstik dinyatakan sembuh setelah dirawat di RS UNS Solo selama 10 hari. Seluruh pasien itu dari klaster Program Pendidikan Dokter Spesialis(PPDS) FK UNS Solo.

Saat ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari kalangan umum yang dirawat di RS UNS Solo itu mencapai 23 orang. Namun, jumlah itu fluktuatif saban harinya.

Berita selengkapnya bisa dibaca di E-Paper Solopos.

Share
Dipublikasikan oleh
Cahyadi Kurniawan