Solopos Jumat 26 Oktober 2018

Solopos.com, SOLO – Tim survei proyek tol Solo-Jogja-Kulonprogo mendatangi sejumlah desa di Klaten untuk menyurvei lokasi. Sebagian proyek tol diperkirakan akan melintasi pesawahan.

Informasi yang dihimpun Espos, Kamis (25/10), tim tersebut mendatangi pemerintah desa dan mengajukan pertanyaan ke aparatur desa. Desa-desa yang didatangi di antaranya berada di Kecamatan Karanganom dan Ngawen. Kepala Desa Beku, Kecamatan Karanganom, M. Mudrik, mengatakan survei dilakukan sekitar dua pekan lalu.

Berita proyek tol Solo-Jogja-Kulonprogo menjadi headline Harian Umum Solopos, Jumat (26/10/2018). Berikut beberapa berita lainnya yang ada di halaman utama:

KIRAB JKPI: Potret Keragaman Budaya Indonesia
Derap langkah pasukan Gita Pamong Praja dengan iringan suara drum band membuka Karnaval Budaya Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Selanjutnya berurutan pasukan pengibar bendera (paskibra) dengan membawa bendera anggota JKPI. Di belakangnya iringiringan kepala daerah yang naik kereta kencana. Di iringan pertama adalah kereta kencana yang ditumpangi Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota (Wawali) Achmad Purnomo.

PERKEMBANGAN ALSINTAN: Produksi Massal Mobil Perdesaan Januari 2019
Alat mekanis multiguna perdesaan (AMMDes) direncanakan mulai diproduksi massal Januari 2019. Sebanyak 3.000 unit ditargetkan diproduksi pada tahun pertama. AMMDes diproduksi PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI). Lokasi produksi di Bogor, Jawa Barat serta Klaten.

Baca selengkapnya: E-paper Solopos

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus menggenjot upaya menarik investor untuk sejumlah proyek pembangunan melalui berbagai promosi.
Seperti diketahui belum lama ini melalui kegiatan Solo Investment Forum (SIF), Solo menawarkan beberapa potensi kepada investor.

Berita Pemkot Solo ingin menarik investor menjadi headline di halaman Soloraya Harian Umum Solopos, Jumat (26/10/2018). Selain kabar tersebut, berikut ulasan berita lainnya:

TRADISI YAAQOWIYYU: Apam Jadi Obat Penasaran
Adonan apam yang dituangkan ke cetakan mulai mengering dan mengeluarkan bau harum. Sumarsih, 49, dan Suparmi, 56, buru-buru membalik satu demi satu adonan agar tak gosong. Setelah nyaris seluruh permukaan adonan berwarna cokelat, kakak-beradik itu lantas memindahkannya ke tampah sebelum dibungkus.

INSPIRASI KEMANDIRIAN: Dikira akan Dimarahi, Ternyata Dapat Hadiah
Sepeda dengan kotak dagangan cilok yang viral di media sosial milik Ida Ayu Riski Susilowati, 20, terparkir di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (25/10/2018). Si empunya sudah ada di dalam, didampingi wali kelasnya di Kelas XII Akuntansi SMK Bhakti Karya Karanganyar, Hendri Kismita, 28.

Baca selengkapnya: E-paper Solopos


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten