Solopos Hari Ini: Jalan Mulus untuk Gibran
Harian Umum Solopos edisi Rabu (5/2/2020).

Solopos.com, SOLO — Pertemuan pengurus DPC PDIP Solo dengan DPP PDIP dinilai sebagai sesuatu yang spesial untuk memuluskan langkah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, mengatakan pemanggilan itu disebut spesial karena biasanya DPP PDIP cukup memanggil ketua dan sekretaris DPC.

Dalam kasus ini, Agus menganalisis DPP memiliki kepentingan yang perlu didukung oleh DPC PDIP Solo. "Bisa jadi itu untuk meredam agar [pencalonan] Gibran mulus," ujarAgus saat dihubungi Espos, Selasa (4/2/2020).

Kabar dinamika politik menjelang Pilkada Solo 2020 itu menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (5/2/2020). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Ada pula kabar utama tentang WNI di Singapura yang tertular virus corona dari majikannya.

WNI Tertular Virus dari Majikan di Singapura

Pemerintah Singapura mengumumkan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) tertular virus corona. WNI tersebut menjadi satu dari enam kasus terbaru virus corona di Singapura.

Dilansir situs berita Singapura, Straitstimes, berdasarkan data yang dirilis pemerintah Singapura, PRT asal Indonesia tersebut merupakan perempuan berusia 44 tahun. Namun nama dan identitas lengkap WNI tersebut masih dirahasiakan.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, terdapat kabar utama tentang ukuran bus bantuan pemerintah pusat untuk Pemkot Solo sebagai alat transportasi umum bersubsidi. Ada pula ulasan mengenai banyaknya sampah yang berhasil diambil dari Sungai Mungkung Sragen.

Pemkot Belum Putuskan Ukuran Bus

Pemerintah Kota Solo belum memutuskan ukuran bus bantuan pemerintah pusat yang akan dioperasikan dalam penyelenggaraan transportasi massal dengan konsep subsidi. Dinas Perhubungan Kota Solo telah menguji coba bus Volvo bertenaga 330 horsepower pada Senin (3/2/2020) pagi.

Bus dengan daya tampung 50 penumpang itu berspesifikasi low deck atau berlantai rendah. Setelah pengujian bus menempuh jalur melawan arus di Jl. Slamet Riyadi, Solo, itu belum ada ukuran bus yang dipilih.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sejam Bersih-Bersih Dapat Sampah 2,5 Ton

Seratus orang turun ke Sungai Mungkung, di bawah Jembatan Mungkung, Jetak, Sidoharjo, Sragen, Selasa (4/2/2020). Mereka mengenakan kaus berwarna oranye. Sebagian berseragam polisi dan tentara. Sebagian lain tidak berseragam. Mereka turun ke sungai bekerja bakti mengumpulkan sampah.

Sampah bercampur ranting dan potongan bambu menumpuk di bawah jembatan itu. Sedimen membentuk seperti pulau di tengah sungai. Mereka adalah para sukarelawan kemanusiaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen serta 24 organisasi pencarian dan penyelamatan di Kabupaten Sragen serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho