Solopos Hari Ini: Harus Turun dalam 5 Hari

Koran Solopos hari ini memberitakan seputar keputusan Presiden Jokowi yang memperpanjang PPKM Darurat.

 Koran Solopos edisi hari ini, Rabu (21/7/2021).

SOLOPOS.COM - Koran Solopos edisi hari ini, Rabu (21/7/2021).

Solopos.com, SOLO — Koran Solopos edisi hari ini, Rabu (21/7/2021), menyoroti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang akhirnya diperpanjang sampai 25 Juli 2021 dan setelahnya dilonggarkan jika kasus Covid-19 mulai turun. Ulasan utama tersaji dalam berita berjudul Harus Turun dalam 5 Hari.

Butuh pengawasan lebih ketat agar PPKM Darurat efektif meredakan pandemi. Pemerintah akan melonggarkan PPKM Darurat pada 26 Juli 2021 jika kasus Covid-19 mulai turun.

Perpanjangan selama lima hari itu diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. (Jokowi) dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/7/2021) malam, dari Istana Negara, Jakarta. Dalam pernyataannya, Jokowi menyebut PPKM Darurat sejak 3 juli 2021 adalah kebijakan yang tidak bisa dihindari meskipun sangat berat. Namun, hal itu. harus diambil demi mencegah lumpuhnya pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS) akibat ledakan jumlah pasien Covid-19.

Baca Juga: PLN Amankan Pasokan Listrik untuk Rumah Sakit di Solo

“Namun alhamdulillah, kita patut bersyukur setelah dilaksanakan PPKM Darurat terlihat dari data penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan,” kata Jokowi.

Berita lain di Koran Solopos hari ini di antaranya:

13 Dokter di Solo Gugur Karena Corona

Ikatan Dokter Indonesia (ID) Solo mencatat sebanyak 13 dokter meninggal dunia sejak awal pandemi Covid-19 diumumkan pada pertengahan Maret 2020 lalu hingga saat ini.

Dari jumlah itu, tujuh di antaranya adalah dokter umum dan lima lainnya ialah dokter spesialis antara lain spesialis radiologi, jiwa, saraf, obgyn, dan anestesi.

Ketua IDI Cabang Solo Adji Suwandono, mengatakan seluruhnya meninggal lantaran tertular virus SARS COV-2. “Rata-rata berusia 50 tahun ke atas,” kata dia kepada wartawan melalui Zoom, Selasa (20/7/2021).

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp7,08 Triliun untuk Bansos 5,9 Juta Keluarga Terdampak Pandemi

Adji mengatakan saat ini masih ada dokter yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 20 orang. Sedangkan, yang dirawat di rumah sakit (RS) ada sembilan orang. “Dokter yang dirawat di RS itu mengalami penurunan saturasi oksigen di bawah 95%, sehingga harus dirawat. Kalau yang menjalani isolasi mandiri, rata-rata tanpa gejala atau bergejala ringan,” jelas dia.

Adji menyebut IDI kesulitan mencari pengganti dokter tersebut, utamanya dokter penyakit dalam. “Dokter, terlebih dokter spesialis yang meninggal bukan sekadar statistika, hitung hitungan. Kami kehilangan tenaga dan ilmu. Mereka enggak bisa langsung digantikan. Kami kehilangan sangat besar. Kompetensi mereka luar biasa,” jelas dia.

Enervest, Bersepeda Statis Hasilkan Energi Listrik

Salah satu kegiatan yang disarankan dalam masa pandemi Covid-19 ini adalah berolahraga. Tapi di sisi lain, masyarakat juga diimbau agar menghindari kerumunan. Sehingga salah satu jenis olahraga yang dapat memenuhi imbauan keduanya adalah bersepeda statis di dalam rumah atau di luar rumah sambil berjemur matahari.

Melalui bersepeda statis di lingkungan rumah ini selain akan menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas), juga meminimalkan risiko paparan Covid-19 akibat minim interaksi dengan orang lain.

Hal inilah yang mendasari dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Ubaidillah, untuk menciptakan peluang dari bersepeda statis selama masa pandemi Covid-19. Peluang itu adalah menambah energi listrik saat bersepeda statis.

Energi listrik ini kemudian dapat dipakai untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga seperti penerangan. Lalu ia menciptakan sepeda statis penghasil listrik yang dinamakan Energy Harvesting (Enervest).

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa Anda simak diĀ Espos Premium.

Berita Terkait

Espos Premium

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Berita Terkini

Puan Maharani Terima Beasiswa PIP, Begini Kisahnya...

Rano Karno mengaku terkejut ketika ada pelajar bernama Puan Maharani dan masuk dalam program PIP.

Alhamdulillah...Tak Ada Lagi PPKM Level 4 di Jawa dan Bali

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan akan dilakukan uji coba pembukaan mal atau pusat perbelanjaan bagi anak usia di bawah 12 tahun.

Dipuji Bank Dunia, Airlangga: Vaksinasi dan Taat Prokes Cara Menangani Pandemi

Menurut Airlangga, pemerintah juga menekankan agar vaksinasi Covid-19 dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Manfaatkan Posisi Jenderal, Napoleon Bonaparte Diduga Bisa Aniaya M Kece di Rutan Bareskrim

Napoleon Bonaparte diduga kuat bisa menganiaya Muhammad Kece di balik jeruji besi karena merasa seorang atasan.

3 Petugas Jadi Tersangka Kebakaran LP Tangerang

Tiga tersangka tersebut merupakan pegawai LP Kelas I Tangerang berinisial RE, S, dan Y.

Jokowi Bubarkan 3 BUMN, Namanya Mungkin Anda Baru Dengar

Presiden Jokowi membubarkan tiga BUMN dan menggabungkannya dengan perusahaan pelat merah lain untuk efisiensi.

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Menpan RB Pastikan Tak Ada Perekrutan CPNS Tahun Depan, Hanya PPPK

Menpan RB, Tjahjo Kumolo, menyebutkan perekrutan CASN tahun depan hanya untuk PPPK tak ada CPNS.

Irjen Napoleon Berdalih Agama untuk Aniaya Muhammad Kece, Polisi: Caper!

Bareskrim Polri menilai yang dilakukan Irjen Napoleon menyebarkan surat terbuka yang menyebut aksinya menganiaya Muhammad Kece berdalih agama sekadar cari perhatian alias caper.

Terbukti Menyelundupkan Harley Davidson, Ari Ashkara Akhirnya Tak Dipenjara, Lho?

JPU mencabut banding atas vonis PN Tangerang terhadap mantan Dirut Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, yang membuatnya tak dipenjara.

Tak Benarkan Tindakan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, PBNU: Harusnya Didakwahi

PBNU tidak membenarkan melakukan kekerasan dengan alasan agama sekalipun seperti yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte kepada Muhammad Kece.

10 Berita Terpopuler : Batu Keramat di Sragen Tak Bisa Dipindah - 4 Wilayah di Jateng Rawan Tsunami

Informasi tentang batu keramat di Sragen hingga wilayah rawan tsunami masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Round Up: Faktor Agama Picu Kasus Pemukulan Irjen Napoleon terhadap Muhammad Kece

Pelecehan agama menjadi alasan Irjen Pol Napoleon Bonaparte memukul Muhammad Kece dan melumurinya dengan kotoran.

Dua Kunci untuk Mengubah Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Terdapat dua kunci yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi. Kira-kira apa itu?

Penyaluran Kredit Bank Sampoerna Tembus Rp8,5 Triliun

Penyaluran kredit Bank Sampoerna berhasil menembus Rp8,5 triliun sampai akhir semester I/2021.