Solopos Hari Ini: Guru Honorer Terkendala BPJSTK
Koran Solopos Hari Ini edisi Senin (21/9/2020) mengulas tentang guru honorer terkendala BPJS Ketenagakerjaan.

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Senin (21/9/2020) mengulas tentang guru honorer terkendala BPJS Ketenagakerjaan sehingga mereka susah mendapatkan bantuan pemerintah.

Pemerintah berencana melakukan perluasan penerima bantuan langsung tunai (BLT) atau bantuan subsidi upah (BSU) untuk tenaga honorer.

Masalahnya, ada banyak tenaga honorer termasuk guru yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan BSU itu.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

8 Pembalap Gagal Finis, Vinales Juara GP Emilia Romagna 2020

Honor Tipis 17 Tahun Mengabdi

Yadi yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar negeri (SDN) tetapi masih berstatus sebagai guru honorer. Honor jadi guru SD tak cukup untuk cukup untuk kebutuhan hidup karena relative kecil.

Yadi sudah 16 tahun mengabdi sebagai guru dan wali Kelas V di SDN 1 Sambi, Sambirejo. Sejak Oktober 2019, ia dimutasi menjadi guru honorer juga di SDN 4 Sambi, Sambirejo, Sragen. Setiap hari, Yadi harus menempuh perjalanan minimal 8 km untuk sampai ke sekolahnya.

Sebelum 2019, honor Yadi saat masih di SDN 1 Sambi hanya Rp300.000/bulan. Sejak 1 Januari 2019, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memberi tunjangan bagi guru honorer senilai Rp700.000/bulan. Saat itu, honor Yadi bisa tembus Rp1 juta per bulan.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

Wali Kota Beri Lampu Hijau Balap Lari di Jalan, Panitia Harus Izin Satgas Covid-19

Aktivitas balap lari di salah satu ruas jalan di Kota Solo viral di media sosial beberapa hari terakhir. Kegiatan di tengah Pandemi Covid-19 itu digelar di lokasi yang berpindah-pindah. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo memberi lampu hijau kegiatan tersebut asal harus meminta izin terlebih dahulu kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo.

Kendati begitu, hingga saat ini belum ada koordinasi antara panitia balap lari dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. “Kalau olahraga lari ya, biarkan saja. Tapi kalau ada perlombaan dan sebagainya harus ada komunikasi dan koordinasi dengan Pemkot terutama Dinas Kesehatan. Karena yang namanya lari mengeluarkan tenaga cukup besar, kalau terjadi apa-apa biar bisa segera ditindaklanjuti," papar dia, kepada wartawan, Minggu (20/9).

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

Laeli Terpelajar, Begini Jejak Viral Sejoli Pelaku Mutilasi Di Kalibata City

Penataan 5 Lapangan Pendukung Piala Dunia

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akhirnya mendapatkan kepastian bahwa penataan lima lapangan pendukung venue Piala Dunia U-20 2021 bakal mendapatkan anggaran dari pusat.

Kepastian itu didapat setelah Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo bertemu dengan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada pekan lalu. Lima lapangan pendukung yang ditata adalah Stadion Sriwedari, Lapangan Kottabarat, Banyuanyar, Karangasem, dan Sriwaru.

Field of player (FOP) lima lapangan pendukung tersebut harus sama dengan Stadion Manahan. Di antaranya memiliki ukuran standar minimal internasional berukuran 100 meter x 64 meter dengan jenis rumput sama.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

Sesar Lokal Aktif Belum Teridentifikasi

Gempa darat bermagnitudo 2,9 Skala Richter (SR) terjadi dengan titik pusat di Kota Solo, Minggu (20/9/2020) pada pukul 10.23 WIB. Gempa tersebut tidak dirasakan masyarakat dan belum ada laporan kerusakan.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie, mengaku pihaknya tidak merilis informasi maupun analisa terkait gempa tersebut lantaran tidak dirasakan.

Namun, ia menyebut gempa tersebut disebabkan oleh sesar lokal bermagnitude di bawah 5 SR. “Kalau lihat parameternya ini gempa dangkal disebabkan sesar lokal. Tapi, kalau misalnya kejadiannya (daerah) agak ke selatan banyak penyebabnya. Misalnya, aktivitas zona subduksi atau bisa juga karena zona megathrust,” kata dia, kepada wartawan, Minggu siang.

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom