Solopos Hari Ini: Disiplin Setelah Vaksinasi!
Koran Solopos edisi Jumat (15/1/2021).

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (15/1/2021) mengulas tentang disiplin setelah vaksinasi.

Vaksinasi gelombang pertama di berbagai daerah termasuk Solo telah dimulai Kamis (14/1/2021).

Pemerintah masih dihadapkan pada beberapa persoalan, mulai dari persediaan vaksin hingga kedisiplinan warga setelah menjalani vaksinasi.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Disuntik Vaksin dan Semua Baik-Baik Saja

Ahyani, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo menjadi nama pertama yang dipanggil untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Kota Solo, Kamis (14/1/2020) pagi di RSUD Bung Karno. Nama-nama berikutnya, adalah perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kasrem 074/Warastratama, Kapolresta Solo, Ketua Kejaksaan Negeri (Kajari), serta Ketua DPRD.

Setelahnya Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia). Nama saya dipanggil paling buntut, urutan ke-11 yang menjadi warga pertama Kota Bengawan penerima vaksin Sinovac. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyebut sebelas orang itu mewakili warga yang bersedia Bela Rakyat Surakarta, kepanjangan dari kata Sebelas.

Setelah dipanggil, saya diminta ke meja registrasi. Di situ, identitas saya dicek. Mulai dari nama lengkap, alamat, dan nomor ponsel. Ketika data yang disampaikan sudah benar, saya digeser ke meja berikutnya untuk bertemu dokter. Dia menanyakan kondisi kesehatan secara umum dan memastikan formulir screening standar yang saya isi sebelumnya sudah benar.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Asa Pedagang di Masa Pagebluk

Masih membekas dalam ingatan Agus Riyanto, 35, ketika tidak melakukan transaksi satu pun dengan pelanggan ketika awal pandemi Covid-19. Usaha menggelar lapak buah seharian di Pasar Gede, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres sia-sia.

Pengalaman pahit itu nyatanya masih menjadi bayang-bayang pedagang pasar tradisional hampir satu tahun pagebluk ini. Kabar penutupan sementara Pasar Gede akibat sejumlah pedagang terpapar Covid-19 bagaikan hantu siang bolong bagi Agus.

Tidak hanya menganggur satu pekan, dia harus mengalami kerugian dan harus berusaha keras dengan pedagang yang tergabung di Paguyuban Pedagang Gede untuk memulihkan kunjungan pasar setelah penutupan.

“Padahal pedagang sudah menerapkan protokol kesehatan. Mencuci tangan, pakai masker dilakukan sebisa mungkin. Tapi ada daya Covid-19 enggak bisa diprediksi. Ada yang kena,” kata dia kepada Espos, Kamis (14/1/2021).

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Soloraya memengaruhi bisnis mal dan ritel modern. Salah satunya adalah jebloknya angka pengunjung lantaran mal maupun ritel modern diwajibkan tutup lebih cepat pukul 19.00 WIB. Kebijakan PPKM tersebut berlaku mulai Senin (11/1/2021). Operasional toko modern pada pukul 10.00 WIB - 19.00 WIB.

Chief Marcom Solo Paragon Mall, Veronica Lahji, mengatakan PPKM berdampak besar pada operasional bisnis mal. Menurutnya, jam operasional mal yang tutup lebih cepat membuat jumlah pengunjung turun drastis.

“Dampaknya, pengunjung sangat drastis turunnya. Alhasil, tenant-tenant jadi sepi. Mereka mulai mengeluhkan perubahan ini. Ya, angka kunjungan turun 50%. Kami berharap cara ini bisa memutus rantai persebaran Covid-19,” ujar dia, kepada Espos, Kamis (14/1/2021).

Selengkapnya Baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom