Harian Umum Solopos edisi Selasa (16/7/2019).

Solopos.com, SOLO — Alfarizi, Direktur PT Krishna Alam Sejahtera, yang diduga menjalankan investasi bodong berkedok pengeringan bahan jamu dinilai memiliki kemampuan komunikasi. Jika bertemu Alfarizi, mitra ingin menambah jumlah investasi di perusahaan itu.

Para mitra di Klaten, Senin (15/7/2019), mendatangi Polres Klaten menanyakan perkembangan kasus. Lima orang wakil mereka bertemu Kasatreskrim AKP Dicky Hermansyah dan Kasatintelkam Iptu Panaji Suryo Saputro.

Kabar terbaru mengenai kasus penipuan di Kabupaten Klaten itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (16/7/2019). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar mengenai dinamika politik seusai pertemuan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

PDIP Tanya Pilihan Gerindra Beroposisi atau Berkoalisi

Pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto di MRT, Sabtu (13/7/2019), adalah bentuk komitmen moral. PDIP menagih kepastian Gerindra apakah beroposisi atau mendukung Jokowi.

"Setelah komitmen moral, kami menunggu komitmen politik, termasuk apa posisi politik Pak Prabowo setelah ini, di dalam atau di luar pemerintahan, atau netral?" kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar mengenai kritik atas rencana penghilangan jalur hijau di Jl. Slamet Riyadi. Ada pula ulasan mengenai cendera mata yang didapatkan para anggota DPRD Kota Solo yang akan purnatugas.

Kritik untuk Penghilangan Jalur Hijau

Sejumlah warga Kota Solo mengkritik rencana penghilangan jalur hijau dalam penataan jalur lambat Jl.Slamet Riyadi sebelah utara. Rencana penataan tersebut akan menghilangkan jalur hijau dan hanya menyisakan pepohonan.

Warga Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Setiani, menilai proyek tersebut hanya membuang-buang anggaran karena tidak akan mengubah kondisi saat ini. Konsep penataan itu bila direalisasikan hanya akan membuat lingkungan menjadi semakin panas dan mengurangi estetika kota.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Cenderamata Legislator Purnatugas Arloji Rp1,5 Juta

Sekretariat DPRD Solo menyiapkan cenderamata berupa arloji atau jam tangan bagi legislator yang akan memasuki masa purnatugas Agustus 2019. Cenderamata tersebut hanya akan diberikan kepada para wakil rakyat periode 2014-2019 yang tidak lagi menjadi legislator pada periode 2019-2024.

"Ini sifatnya hanya kenang-kenangan. Setelah kami kaji akhirnya diputuskan berupa arloji yang akan kami berikan," ujar Sekretaris DPRD Solo, Puguh Priyadi, saat diwawancara Espos via ponsel, Senin (15/7/2019).

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten