Tutup Iklan
Harian Umum Solopos edisi Jumat (8/11/2019).

Solopos.com, SOLO — Warga yang rumahnya berjarak puluhan kilometer dari pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, masih mencium bau busuk pada Kamis (7/11/2019). Padahal Pemkab Sukoharjo telah memerintahkan PT RUM menghentikan sementara kegiatan produksi.

Penghentian produksi PT RUM itu dilakukan sembari membenahi pengelolaan limbah. Bau tak sedap tak hanya merebak di sejumlah desa di Kecamatan Nguter. Daerah yang jaraknya puluhan kilometer dari lokasi pabrik serat rayon seperti Bendosari dan Polokarto, Sukoharjo juga merasakan bau busuk itu.

Kabar mengenai dampak pencemaran lingkungan PT RUM di Sukoharjo itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (8/11/2019). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar dari Achmad Purnomo yang enggan memikirkan untuk maju sebagai calon wakil wali kota Solo di pilkada 2020.

Purnomo Tak Pikirkan Jadi Cawawali Lagi

Farid Sunarto dari Purnama Center menyatakan pihaknya tidak memikirkan rencana alternatif Achmad Purnomo menjadi calon wakil wali kota (cawali) dalam pilkada Solo 2020. Padahal secara regulasi, hal itu memungkinkan.

Sejauh ini pihaknya tetap fokus dengan penugasan Purnomo sebagai calon wali kota (cawali) yang diusulkan DPC PDIP Solo. "Sejauh ini kami belum berpikir ke situ. Sementara ini fokus cawali. Kami tak buka opsi di posisi wakil," tutur dia, Kamis (7/11/2019).

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai tingginya minat petani Klaren menanam varietas baru padi rajalele. Ada pula kabar dari peringatan Hari Wayang Nasional di Sukoharjo.

Petani Antusias Ingin Tanam Srinuk & Srinar

Animo petani di Klaten menanam varietas baru padi rajalele Srinuk dan Srinar cukup tinggi. Sejak diluncurkan pada Oktober lalu, para petani mempertanyakan ketersediaan benih.

Mereka bergantian bertanya kepada petani peneliti serta Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten. Pemuliaan dan pengembangan varietas padi rajalele Srinuk dan Srinar itu merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Klaten dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) sejak 2013.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Dalang Cilik Jaminan Kelestarian Pedalangan

Suluk Sadu Pramesi, 9, memecah keheningan Alun-alun Satya Negara, Sukoharjo, Kamis (7/11/2019) pagi. Dalang cilik ini menembang seiring bunyi gamelan yang dipukul oleh para niyaga.

Di panggung, Sadu tampil membawakan lakon Palguna Palgunadi. Dalang cilik ini menyampaikan pesan keteguhan seorang murid yang belajar menimba ilmu dari guru. Sadu menjadi satu-satunya perempuan dalang cilik yang tampil dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional, 7 November 2019.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten