Solopos Hari Ini: Data Klaster Simpang Siur, Akhir Petualangan Azis Syamsuddin

Kesimpangsiuran data Covid-19 masih menjadi masalah dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air. Termasuk data soal klaster pembelajaran tatap muka (PTM).

 Koran Solopos hari ini, Sabtu (25/9/2021). (dok)

SOLOPOS.COM - Koran Solopos hari ini, Sabtu (25/9/2021). (dok)

Solopos.com, SOLO — Pemasalahan kesimpangsiuran data masih menjadi isu dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air. Seperti data tentang jumlah klaster penyebaran Covid-19 dari pertemuan tatap muka (PTM).

Ketidaksinkronan data antar-stake holder bisa berdampak pada rancunya kebijakan yang diambil. Koran Solopos hari ini, Sabtu (25/9/2021) mengangkat persoalan tersebut sebagai ulasan utama. Berikut cuplikan beritanya:

Data Klaster Simpang Siur

JAKARTA-Informasi munculnya seribuan klaster penularan Covid-19 di sekolah-sekolah kian simpang siur. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyebut ada mispersepsi terhadap data itu.

Kemendikbud Ristek mengklarifikasi informasi klaster itu dengan menyebut 2,8% dari lebih 40.000 sekolah tersebut bukan mencatat klaster. Angka ribuan itu diklaim hanya merupakan laporan kasus positif Covid-19.

Data tersebut juga diklaim merupakan akumulasi dari awal Juli 2020. Kemendikbud Ristek menyebut data itu tidak hanya dilaporkan sekolah yang menjalani pertemuan tatap muka (PTM) terbatas. “Jadi itu adalah akumulasi sejak Juli 2020, atau tahun ajaran 2020 sampai 2021,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbud Ristek, Jumeri, dalam konferensi pers, Jumat (24/9/2021).

“Jadi itu kira-kira masa 14 bulan dari perjalanan pembelajaran di Indonesia baik yang PTM maupun non-PTM,” katanya.

Karena itu, Jumeri mengimbau masyarakat untuk tidak meng khawatirkan penyelenggaraan PTM terbatas yang marak dimulai pada September ini. Menurutnya, kasus Covid-19 yang dilaporkan di sekolah relatif kecil.

“[Data] 2,8% data klaster pendidikan, tetapi itu adalah data yang menunjukkan satuan pendidikan yang melaporkan lewat aplikasi kita bahwa ada orang yang tertular Covid-19,” kata Jumeri.

Baca Juga: Walah! Bupati Solok Ngamuk Saat Sidang Paripurna DPRD

Berita lain yang bisa Anda baca di Koran Solopos hari ini adalah:

Akhir Petualangan Azis Syamsuddin

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ke Gedung Merah Putih KPK, Jumat (24/9/2021) malam. Sebelumnya, Azis mangkir dari panggilan penyidik KPK dengan alasan berkontak dengan pasien Covid-19.

Belakangan, KPK menemukan keberadaan Azis dan politikus Partai Golkar tersebut dibawa oleh tim KPK malam itu juga. Pada pukul 19.54 WIB, Azis tiba di lobi Gedung KPK. Begitu tiba, dia langsung naik ke lantai atas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Alhamdulillah sudah ditemukan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Jumat.

Baca Juga: Demi Atur Kasus, Azis Syamsuddin Janjikan Rp4 Miliar ke Penyidik KPK

Firli menyebut hasil tes swab antigen Azis negatif meski politikus Partai Golkar itu sempat mengaku berkontak dengan seseorang yang positif Covid-19. “Yang bersangkutan kami persilakan mandi dan persiapan dulu. Sambil menunggu penasihat hukum. Tes swab antigen negatif,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar surat permintaan penundaan pemeriksaan oleh Azis Syamsudin. Dalam surat yang beredar itu, Azis mengaku tengah melakukan isolasi mandiri lantaran baru saja berkontak dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19. KPK juga mengonfirmasi telah mendapatkan surat permintaan penundaan pemeriksaan dari Azis.

Azis sejatinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat. Akan tetapi Azis mengaku tidak bisa hadir memenuhi panggilan KPK dengan alasan sedang menjalani isolasi mandiri.

Pengumuman PPPK Ditunda, Guru Honorer Pasrah

SOLO-Guru honorer di Solo pasrah dengan adanya penundaan pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sedianya dilakukan Jumat (24/9/2021). Mereka menilai seleksi PPPK dalam kendali pemerintah sehingga sehingga semuanya juga dikembalikan kepada pemerintah.

“Kalau saya sih pasrah saja. Mau diumumkan kapan itu terserah pemerintah,” ujar Bagus Ponco, salah satu guru honorer di SDN Cemara Dua, Solo, yang juga peserta seleksi PPPK.

Baca Juga: Anggota TNI yang Ditemukan Tewas, Ditusuk Saat Mencoba Melerai Perkelahian

Meski pasrah, ia sangat berharap bisa diterima sebagai PPPK. “Saya sebenarnya ikut Tenaga Kerja dengan Perjanjian Kerja [TKPK] Pemkot Solo. Tapi harapannya saya tetap bisa diterima PPPK,” imbuh Bagus yang sudah mengabdi sejak 2014 di SD tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Solo, Sugiyaryo, mengatakan hal senada. Menurutnya, seleksi PPPK dilakukan pemerintah pusat. Apabila terjadi penundaan dalam pengumuman, pihaknya hanya bisa pasrah.

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa Anda simak di Espos Premium.


Berita Terkait

Berita Terkini

Senin, Sukmawati Soekarnoputri Jalani Ritual Pindah Agama Hindu

Sukmawati Soekarnoputri bakal menjalani sejumlah ritual saat upacara Sudhi Wadani atau pindah ke agama Hindu di Kota Singaraja, Bali.

Posisi Berangkulan, Mayat Sejoli di Tasikmalaya Bikin Geger

Penemuan mayat sepasang lelaki dan perempuan atau sejoli di Tasikmalaya menggegerkan warga karena ditemukan dalam kondisi berangkulan.

Aktivitas Gunung Berapi Jadi Pemicu Rentetan Gempa Salatiga-Ambarawa?

Rentetan gempa atau gempa swarm terjadi di wilayah Kota Salatiga-Ambarawa sepanjang Sabtu (23/10/2021).

Aksi Mantan Kapolsek Parigi Terungkap dari Chat Mesra Lewat WA

Aksi mantan Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka kasus pencurian ternak, S, 20, sebanyak dua kali terungkap melalui chat mesra di WhatsApp.

Elektabilitas Ganjar Naik Terus, PDIP Malah Sebut Survei Bukan Patokan

Elektabilitas Ganjar Pranowo kini menyamai Prabowo Subianto menurut survei Litbang Kompas. PDIP menyebut pemimpin bangsa tidak ditentukan oleh survei.

Selain Dipecat, Kapolsek Parigi yang Lakukan Perkosaan Juga Dipidana

Kapolda Sulteng pastingan proses pidana Kapolsek Parigi yang memperkosa anak dari tersangka pencurian ternak jalan terus.

Buruan Daftar! Kemenaker Buka Beasiswa 1000 Talenta Santri

Kemenaker membuka pendaftaran Beasiswa 1000 Talenta Santri bagi santri di seluruh Indonesia dalam bentuk program pelatihan.

Sidik Pinjol yang Bikin Ibu Wonogiri Bunuh Diri, Bareskrim Sita Rp20 M

Bareskrim Polri menyita Rp20 miliar dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama yang diduga menaungi pinjol ilegal yang membuat ibu di Wonogiri bunuh diri.

Polisi Tangkap Bos Pinjol Pemicu IRT di Wonogiri Gantung Diri

Polisi menangkap bos perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan IRT di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah meninggal gantung diri karena tidak kuat menahan teror pinjol ilegal.

Anggotanya Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, meminta maaf kepada masyarakat buntut kasus Kapolsek Parigi yang memerkosa anak tersangka.

Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Dipecat Tidak Hormat

Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka diberhentikan secara tidak hormat setelah menjalani sidang kode etik, Sabtu (23/10/2021).

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu, Sudah Dapat Izin Paundra?

Putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri pindah agama Hindu, apakah sudah mendapatkan izin dari GPH Paundrakarna, sang anak?

UU PDP Jaminan Kejelasan Hukum Korban Pinjol

UU PDP bisa mengatur dengan kekuatan hukum yang jelas tentang warga harus mengadu ke mana atau kepada siapa ketika menjadi korban kebocoran data pribadi.

Kehebohan Beragama Belum Menjadi Jalan Kebudayaan

Kehebohan beragama belum menjadi jalan pembebasan menuju kerja bersama seluruh elemen bangsa mewujudkan peradaban dan kehidupan yang lebih baik di semua aspek kehidupan.

10 Berita Terpopuler : Kera Serbu Rumah - Resepsi Boleh Ada Penyanyi

Serangan kera liar di permukiman warga Kebakkramat hingga aturan resepsi pernikahan di Solo masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Cakupan Vaksinasi Tinggi, Inggris Masih Diamuk Corona

Amukan corona di negara ini memicu kekhawatiran terlebih Inggris menjadi salah satu negara yang cakupan vaksinasinya sudah termasuk tinggi.