Tutup Iklan
Solopos Hari Ini: Data Covid-19 Tak Sinkron
Koran Solopos edisi Sabtu, 4 Juli 2020. (Solopos-Rohmah Ermawati)

Solopos.com, SEMARANG — Surat kabar Solopos edisi hari ini Sabtu, 4 Juli 2020, menampilkan headline berjudul Data Covid-19 Tak Sinkron yang mengupas tentang data jumlah kasus Covid-19 di berbagai level tidak sinkron antara
satu dengan yang lain.

Perbedaan muncul saat data dari Pemerintah Pusat disandingkan dengan data yang dirilis pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Perbedaan mencolok muncul antara data Covid-19 Jawa Tengah versi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dengan versi pusat.

Dalam data yang dirilis Pemprov Jateng di laman corona.jatengprov.go.id hingga Jumat (3/7/2020) malam pukul 21.00 WIB, jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 mencapai 4.579. Namun versi pusat di laman covid19.go.id, jumlah kasus positif hanya 4.006.

Demikian pula ketika data versi Pemprov disandingkan dengan data-data dari pemerintah kabupaten/kota di Jateng.
Sejumlah kabupaten/kota merilis data yang berbeda dari angka yang dirilis Pemprov Jateng.

Selain informasi tentang data Covid-19, halaman utama Koran Solopos juga mengupas tentang efek panggung hiburan di Beer Garden Karanganyar serta kunjungan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ke Soloraya.

Efek Beer Garden, Tempat Dugem Diawasi

KARANGANYAR—Insiden dugem di 11 12 Beer Garden, Colomadu, Karanganyar, membuat kepala daerah enggan kembali kecolongan. Di Sukoharjo dan Karanganyar, tempattempat hiburan malam kini diawasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo tak mau kecolongan terhadap tempat hiburan di kawasan Solo Baru yang beroperasi secara diam-diam. Tempat hiburan malam belum diperbolehkan kembali beroperasi seiring perpanjangan ststus kejadian luar biasa (KLB) dan masa tanggap darurat Covid-19 hingga akhir Juli.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, telah menerbitkan surat keputusan (SK) No 440/445/2020 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Terawan ke Solo di Tengah Isu Reshuffle

Di tengah terpaan isu reshuffle kabinet, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkunjung ke Soloraya. Setelah beredarnya video kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (28/6) lalu, nama Terawan kembali menjadi
sorotan publik.

Ini tak lepas dari pernyataan Presiden yang mengkritik rendahnya penyerapan anggaran penanganan Covid-19 yang katanya hanya 1,5%.

Selang beberapa hari kemudian, Jumat (3/7), Terawan muncul ke publik. Kali ini dia mengunjungi Solo yang merupakan kampung halaman Presiden Jokowi. Dalam kesempatan ini, Terawan mengaku mewakili Presiden.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan halaman menampilkan sejumlah kabar unggulan di antaranya persiapan pilkada, RSUD Bung Karno Solo, serta ODHA tak perlu ke RS jika tak mendesak

Aspek Covid-19 Kategori Tinggi

SOLO—Indeks kerawanan pemilu (IKP) kepala daerah Solo 2020 berada di angka 46,24 persen atau masuk kategori sedang. Kategorisasi tersebut hasil pemetaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo yang dirilis pada Jumat (3/7) pagi.

IKP Pilkada Solo dilihat dari empat dimensi yakni sosial, politik, infrastruktur, dan pandemi Covid-19

Perinciannya kerawanan sosial 44,44 persen, kerawanan politik 41,51 persen, dukungan infrastruktur 43,90 persen, dan pandemi Covid-19 55,08 persen. Pandemi menjadi aspek dengan kerawanan kategori tinggi.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

RSBK Diproyeksi Jadi Pusat Pengobatan Tradisional

SOLO—Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku bakal mengembangkan RSUD Bung Karno (RSBK) Solo menjadi pusat pengobatan tradisional atau herbal. Proyeksi tersebut merupakan salah satu upaya pengembangan wisata medis di Indonesia.

Terawan menyebut media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan–bahan alami sebagai dasar pembuatan obat itu telah mendunia.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

ODHA Tak ke Rumah Sakit jika Tak Perlu

SOLO—Di tengah pandemi Covid-19, Yayasan Mitra Alam mengimbau orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan anak dengan HIV/AIDS (ADHA) untuk sementara tidak berkunjung ke rumah sakit (RS) apabila tidak ada kepentingan yang
mendesak.

Padahal, mereka harus rutin ke RS guna pemeriksaan kesehatan maupun pengambilan obat Antiretroviral (ARV).
Direktur Yayasan Mitra Alam, Ligik Triyogo, mengatakan imbauan tersebut bertujuan mereka tidak terpapar virus
SARS CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19.

“ODHA merupakan salah satu kelompok rentan jika terinfeksi Covid-19 dan bisa terjadi fatalitas. Di samping itu, kebanyakan sudah mempunyai penyakit penyerta sehingga risikonya lebih tinggi lagi,” kata dia saat dihubungi Espos, Jumat (3/7).

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Bawaslu Tak Akan Istimewakan Gibran

SOLO—Sosok putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan mendapat perlakuan istimewa dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo bila menjadi calon Wali Kota Solo dalam pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono, saat berjumpa wartawan di kantornya, Jumat (3/7). Menurut dia, posisi Bawaslu akan sesuai dengan amanat undang-undang (UU) atau peraturan yang berlaku.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho