Solopos Hari Ini: Dana Desa Berlimpah, Pengawasan Lemah
Harian Umum Solopos edisi Senin (22/10/2018).

Solopos.com, SOLO — Peningkatan dana desa dari 2015-2018 juga diikuti bertambahnya kasus korupsi di pemerintahan desa dan kepala desa yang menjadi tersangka korupsi. Selama empat tahun terakhir, pemerintah mengucurkan dana desa Rp187,3 triliun. Pada 2019, pemerintah akan mengucurkan dana desa Rp73 triliun, termasuk Rp3 triliun di antaranya untuk dana kelurahan.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai salah satu titik lemah dana desa adalah pengawasan. "Inspektorat daerah atau auditor yang diangkat oleh kepala daerah tidak akan berani melapor saat kepala daerah korupsi karena yang mengangkat inspektorat atau auditor secara langsung adalah kepala daerah," ujar dia di Jakarta, Minggu (21/10/2018).

Ulasan mengenai lemahnya pengawasan dana desa itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (22/10/2018). Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di E-Paper Solopos.

Halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (22/10/2018), juga menyajikan kabar tentang Piala AFC U-19 2018. Tmnas Indonesia harus berjuang keras di ajang tersebut agar bisa lolos ke babak berikutnya.

Pantang Menyerah di Partai Penutup Grup

Skenario Timnas Indonesia U-19 untuk lolos ke perempatfinal Piala AFC U19 2018 menjadi sulit setelah menelan kekalahan 5-6 pada matchday kedua Grup A di Stadion Utama Gelora Utama Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (21/10) malam WIB.

Meski demikian, perjuangan Witan Sulaeman dkk. mereduksi ketertinggalan dari Qatar membuat pendukung tim berjuluk Garuda Nusantara sangat bangga. Indonesia U-19 sempat ketinggalan 1-6 dari Qatar, sebelum akhirnya bangkit memperkecil ketertinggalan menjadi 5-6.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, tersaji kabar utama mengenai dampak kebakaran di TPA Putri Cempo Solo. Ada pula ulasan mengenai perdes di Wonogiri yang belum terlayani BPJS Ketenagakerjaan.

Warga Resah Kena Asap

Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Putri Cempo, Mojosongo, Solo, resah akibat dampak kebakaran gunungan sampah yang membuat asap kebakaran menyelimuti permukiman mereka. Berdasarkan pantauan Solopos, Minggu (21/10/2018) pukul 13.00 WIB, masih ada kepulan asap terlihat membubung tinggi di sekitar TPA Putri Cempo.

Salah satu warga RT 001/RW 029 Randusari, Mojosongo, Suryani, mengatakan warga terpaksa menutup pintu, jendela dan semua lubang ventilasi untuk mengurangi masuknya asap. "Saya juga lagi punya bayi kecil, jadi takut kalau bayi saya sesak nafas. Makanya saya mau ngungsi ke rumah ibu saya di Kerten," ujarnya.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Perdes Wonogiri Belum Terlayani BPJS Ketenagakerjaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Solo mendorong pemerintah kabupaten di wilayah kerjanya yang mencakup Soloraya untuk mendaftarkan seluruh perangkat desa (perdes) mengikuti program jaminan sosial itu. Hanya Wonogiri yang tercatat sama sekali belum mengikutkan perangkat desanya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sukoharjo, sudah mengikutsertakan sebagian besar perangkat desa di wilayah mereka. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Solo, Suwilwan Rachmat, mengatakan kepesertaan perdes menjadi salah satu fokus capaiannya.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom