Harian Umum Solopos edisi Senin (2/9/2019).

Solopos.com, SOLO — Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak rencana kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikeluarkan BPJS Kesehatan. Mereka menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan karena akan memberatkan masyarakat.

Kenaikan itu bukan solusi untuk menyelesaikan defisit BPJS Kesehatan. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan defisit anggaran BPJS Kesehatan adalah bukti ketidakmampuan manajemen BPJS Kesehatan dalam mengelola penyelenggaraan JKN.

Berita mengenai penolakan iuran BPJS Kesehatan itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (2/9/2019). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar mengenai penampilan Westlife di Semarang. Ribuan penonton memadati halaman Kelenteng Sam Poo Kong Semarang untuk menyaksikan Westlife.

Penampilan Monumental di Bangunan Bersejarah

Sekitar 6.750 penonton memadati pelataran Kelenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Mereka langsung berteriak histeris ketika para personel band Westlife muncul di panggung, Minggu (1/9/2019) malam.

Berbalut cahaya dari lampu led, grup vokal yang beranggotakan Shane Filan, Kian Egan, Nick Bryne, dan Mark Feehly, itu langsung menyapa penggemar dengan lagu bertajuk Hello My Love. Dengan lagu itu, Westlife seakan-akan ingin menyapa penggemarnya.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar mengenai anjloknya harga ayam potong. Ada pula ulasan mengenai kegiatan bakti sosial dari Solopos.

Harga Ayam Hidup Kembali Anjlok

Kalangan peternak kembali mengeluhkan merosotnya harga ayam ras hidup yang jauh di bawah harga pokok produksi (HPP). Mereka pun mendesak pemerintah untuk memangkas suplai ayam hidup agar harga di kalangan peternak bisa normal kembali.

Peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Jawa Tengah pun sampai melancarkan aksi protes dengan bagi-bagi ayam hidup di sejumlah daerah.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Acara Lebih Besar, Manfaat Lebih Besar

Senyum Yani Sri Hartuti, 40, seolah tak pernah sirna dari wajahnya saat menerima seplastik beras seberat lima kilogram di tangannya. Bantuan itu sangat berarti bagi dia dan ratusan keluarga lainnya di Desa Ngancar, Giriwoyo, Wonogiri, saat menghadapi kemarau panjang.

Tahun ini menjadi tahun yang berat Yani. Kekeringan yang menjadi langganan setiap tahun kini berlangsung lebih panjang. Padinya tak jadi panen lantaran puso akibat kekurangan air. Jagung dan singkong yang ia tanam di tegalan juga gagal panen akibat serangan kera dan babi hutan.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten