Solopos Hari Ini: Buruh Tetap Kecewa
Koran Solopos Hari Ini edisi Selasa (29/9/2020) mengulas tentang buruh yang tetap kecewa terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja. (Tim Solopos)

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Selasa (29/9/2020) mengulas tentang buruh yang tetap kecewa.

Pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja telah usai. Dengan demikian, proses pengesahan RUU kontroversial ini sudah di depan mata.

Selesainya pembahasan ini ditandai kesepakatan antara perwakilan pemerintah dan Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, dan PPP.

Setelah melalui pembahasan alot, mereka menuntaskan pembahasan sejumlah poin dalam klaster ketenagakerjaan.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Penjaja Kuliner Anjing: Kami Tak Melawan

Penjaja kuliner anjing masih mudah ditemui di Karanganyar meskipun saat ini mereka jarang yang membuka lapak secara terang-terangan dan memilih untuk tertutup. Hal ini lantaran para pedagang mengaku sulit melepaskan pekerjaan yang sudah dilakoni berpuluh-puluh tahun.

Pantauan Espos Senin (28/9/2020) di Kecamatan Gondangrejo, masih bisa ditemui beberapa penjaja kuliner yang ditentang oleh para pecinta hewan tersebut. Meskipun begitu, berbeda dibandingkan sebelum munculnya Perbup larangan perdagangan daging anjing di Karanganyar, saat ini lapak yang menjual kuliner tersebut terkesan tersembunyi.

Pekan Ini, Pegawai Pemkot Solo Wajib Pakai Baju Batik Selama Sepekan, Kenapa?

Salah satu pedagang kuliner anjing, T, mengaku sebelumnya juga diundang saat sosialisasi dan pemberian uang modal dari Pemkab Karanganyar untuk beralih profesi. Namun, dia mengaku tidak menerimanya dan memilih untuk meninggalkan lokasi sebelum acara tersebut selesai. Dia mengaku keberatan jika diminta untuk melepaskan pekerjaan yang sudah dirintis selama 20 tahun tersebut.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Langkah Global Animator Soloraya

Tangan dingin kreator muda tanah air di bidang animasi terbukti mampu bersaing di pasar luar negeri. Solo menjadi salah satu kota penyumbang produk animasi terbaik yang cukup di akui. Berikut laporan Ika Yuniati

Studio Ubud salah satunya. Perusahaan yang menamai diri sebagai pabrik gambar ini berulangkali dipercaya untuk mendukung project anime film animasi dari Negeri Sakura. Meskipun hanya menggarap secara parsial, kerja tim Studio Ubud yang bermarkas di Solobaru, Sukoharjo ini cukup membanggakan.

Merawat Jantung Sehat Dengan Gowes

Studio Ubud tak bisa menyebutkan judul-judul yang pernah atau sedang dikerjakan. Namun berdasarkan penelusuran Espos mereka pernah mendukung penggarapan sejumlah judul anime ternama seperti One Piece, O Maidens in Your Savage Season, dan JoJo Golden Wind. Nama studio mereka muncul di credit One Piece opening 22 dan 23 (alur Wano).

Hampir semua tim produksi gambarnya adalah anak muda jebolan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat yang berasal dari Solo sekitarnya. Mereka cukup piawai mengerjakan project pesanan.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Rudy: Pertahankan Tenaga Kontrak

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo meminta suksesornya mempertahankan keberadaan tenaga kerja dengan perjanjian kontrak (TKPK) guna mencukupi kebutuhan pegawai. Selama ini, kekurangan aparatur sipil negara (ASN) yang dialami Pemkot didukung oleh ribuan TKPK. Jumlah ASN yang pensiun setiap tahun, tak sebanding dengan rekruitmen baru.

Jumlah ASN Pemkot yang pensiun setiap tahun mencapai ratusan, sedangkan rekrutmen CASN mengalami moratorium beberapa kali. “Selama ini, kami mengandalkan TKPK untuk mencukupi kebutuhan pegawai. Banyaknya ASN pensiun wajib menjadi perhatian, bahwa semakin berkurangnya SDM. Sebagai kepala daerah harus mau dan mampu untuk menerima SDM yang ada,” kata dia, kepada wartawan, di sela menyerahkan SK dan Kartu Pensiun ASN di Pendapi Gede Balaikota, Senin (28/9/2020) pagi.

Rudy, panggilan akrabnya, meminta Walikota Solo yang akan datang dapat mempertahankan keberadaan TKPK guna menyelesaikan masalah kekurangan pegawai. Tanpa TKPK, pelayanan masyarakat di Kota Solo bakal kewalahan, mengingat pembatasan rekrutmen yang dilakukan pemerintah pusat.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom