Solopos Hari Ini: Bukan Kompetisi Sekolah
Koran Solopos edisi Rabu (24/2/2021).

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos edisi Rabu (24/2/2021) mengulas tentang asesmen nasional bukan kompetisi sekolah.

Penghapusan ujian nasional (UN) memperbesar peran guru dalam penentuan kelulusan peserta didik, termasuk menyusun soal ujian sekolah (US). Asesmen nasional (AN) akan memetakan mutu pendidikan di sekolah itu.

Tokoh Masyarakat Karanganyar, Endang Muryani, menilai keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghapus ujian nasional (UN) sebagai kebijakan terbaik di masa pandemi Covid-19.

Endang menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber pada talkshow virtual bersama Solopos Group pada Selasa (23/2/2021).

Secara gamblang, Endang menyebut kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mensdikbud), Nadiem Makarim, tepat. Pertimbangan utama Endang adalah kondisi saat ini masih pandemi Covid-19.

"Saya melihat di masa pandemi ini butuh terobosan baru agar kehidupan masyarakat tidak mandek. Maka saya melihat keputusan ini tepat karena pemerintah wajib menghemat dan membuat prioritas penggunaan anggaran. Dana yang semula untuk penyelenggaraan ujian nasional bisa dialokasikan untuk bidang lain," tutur Endang saat memaparkan alasannya di hadapan pembawa acara talkshow, Ahmad Mufid Aryono.

Baca Selengkapnya E-paper Solopos.

20-an Perempuan Sumbang Plasma Konvalesen

Tangan kanan Erlyn Tusara, 23, meremas bola karet sekitar satu jam untuk menyumbangkan komponen darah pada alat di PMI Kota Solo, Jl. Kolonel Sutarto No. 58, Solo, Senin (23/2/2021).

Penyintas Covid-19 tersebut ingin memberikan plasma konvalesen untuk pemulihan pasien yang berjuang melawan Covid-19. Sudah kali kedua itu dia sukarela donor plasma konvalesen.

“Ini untuk membantu pasien Covid-19 yang sedang dirawat,” kata dia yang merupakan salah satu dokter muda UNS.

Sebelumnya, Erlyn terpapar Covid-19 dengan kondisi orang tanpa gejala (OTG). Dia melakukan isolasi di RSUD dr. Moewardi selama tujuh hari. Begitu sembuh, dia sukarela memberikan antibodi melalui PMI Kota Solo.

PMI Koa Solo telah melakukan pengambilan plasma konvalesen sebanyak 439 dengan jumlah plasma sebanyak 977 kolf. Satu penyintas Covid-19 dapat melakukan donor plasma maksimal tiga kali dengan jarak minimal dua pekan.

Baca Selengkapnya E-paper Solopos.

Pewarta dan Pelayan Publik Terima Vaksin

SOLO—Sebanyak 64 pewarta yang bertugas di Kota Bengawan menerima vaksin Covid-19 dosis pertama di RS PKU Muhammadiyah Solo, Selasa (23/2/2021). Mereka menjadi salah satu sasaran dalam vaksinasi tahap kedua yang dimulai awal pekan ini. Selain awak media, sasaran lainnya adalah petugas pelayanan publik, seperti TNI/Polri dan aparatur sipil negara (ASN). Sesuai jumlah vaksin yang dikirim Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 31.500 orang menjadi sasaran.

Jurnalis penerima vaksin, Ahmad Rafiq menyebut pemberian vaksin bagi jurnalis diharapkan melindungi mereka dari paparan virus SARS CoV-2 begitu pula narasumbernya. “Wartawan ini kan mobilitasnya tinggi, saat wartawan mengikuti vaksinasi ini bukan untuk kepentingan wartawannya saja namun juga untuk kepentingan masyarakat. Jika wartawan bisa makin produktif akses masyarakat untuk menerima informasi Pandemi ini bisa tetap lancar,” kata pewarta dari Koran Tempo itu, kepada Espos, Selasa.

Awak media lain yang juga menerima vaksin, Hari Dwi Utomo, menyebut wartawan kerap bertemu dengan banyak narasumber yang kadang tidak diketahui riwayat kesehatannya. Di samping itu, pewarta juga kerap bertemu tokoh penting sehingga vaksin juga berfungsi melindungi kesehatan tokoh tersebut. “Vaksinasi ini sangat penting, bukan hanya diri sendiri tapi juga narasumber. Sebab ketika di lapangan, kerumunan sulit dihindari, karena berebut mencari gambar maupun suara. Saya kira pewarta sebagai sasaran di tahap kedua ini sudah pas,” ungkap jurnalis Koran Kedaulatan Rakyat itu.

Baca Selengkapnya E-paper Solopos.



Berita Terkini Lainnya








Kolom