Tutup Iklan
Halaman Utama Solopos Sabtu 24 Agustus 2019

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bakal menaikkan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) daerah untuk SMA/SMK swasta di wilayahnya pada 2020 mendatang. 

Jika pada 2019 anggaran BOS daerah untuk SMA/SMK swasta di Jateng mencapai Rp100 miliar, tahun depan jumlahnya naik dua kali lipat menjadi Rp200 miliar lebih. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, kepada Espos, Jumat (23/8/2019).

”Tahun ini kan [BOS] untuk swasta juga kami beri. Tahun ini [2019] anggarannya sekitar Rp150.000 per anak. Totalnya sekitar Rp100 miliar. Tahun depan kemungkinan naik,” terang Jumeri. Jumeri menambahkan penambahan BOS daerah dari Pemprov Jateng untuk siswa SMA/SMK swasta pada 2020 itu masih dibahas DPRD Jateng.

Kabar mengenai kenaikan anggaran BOS untuk SMA/SMK swasta di Jateng  itu menjadi headline di Harian Umum ">Solopos edisi hari ini, Sabtu (24/8/2019). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di: ">E-Paper Solopos.

Selain itu, ada ulasan mengenai Solo Gamelan Festival, Kebiri untuk Pemerkosa, dan laga Persis Solo vs Mitra Kukar.

Berdaulat Merayakan ”Kebesaran” Gamelan…

Solo Gamelan Festival (SGF) menjadi pembuktian “kebesaran” gamelan yang menyatu dengan budaya dan masyarakat Kota Bengawan. Sebanyak lima kelompok yang mewakili lima kecamatan di Kota Solo membuka event perdana SGF di Benteng Vastenburg, Jumat (23/8) malam. Mereka merayakan pertemuan ini dengan suka cita. Gamelan digarap menjadi komposisi yang menarik. Di bawah bimbingan lima komposer andalan Solo; Lumbini Trihasto, Gunarto Gondrong, Dedek Wahyudi, Blacius Subono, dan Darno Kartawi. Suara magis, ritmis, hingga garap kontemporer bercampur jadi satu. 

Simak selengkapnya di: ">E-Paper Solopos.

Kebiri Kimia untuk Pemerkosa 9 Bocah

MOJOKERTO—Muhammad Aris, 21, pemerkosa sembilan anak di bawah umur divonis 12 tahun penjara dan hukuman kebiri. Jaksa menyiapkan dokter khusus untuk mengebiri Aris agar tak melakukan perbuatan serupa. Predator seks anak-anak itu akan mendapatkan suntikan kimia sehingga tak mampu ereksi seumur hidup. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Jawa Timur, Rudy Hartono, belum bisa memastikan waktu eksekusi kebiri terhadap Muhammad Aris. 

Simak selengkapnya di: ">E-Paper Solopos.

Selamat berkat Ugik

MADIUN—Persis Solo terselamatkan dari kekalahan saat meladeni Mitra Kukar pada lanjutan Liga 2 Indonesia di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat (23/8), berkat gol yang diciptakan Ugik Sugiyanto pada menit ke-66. Striker gaek tersebut memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan barisan serang Persis yang dilesakkan oleh Hapidin. Gol itu terasa sensasional karena membuat kedudukan berubah menjadi 1-1. 

Simak selengkapnya di: ">E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya di antaranya menyajikan berita tentang Pilkada Sragen serta kisah Wondri Wonogiri.

Halaman Soloraya 24 Agustus 2019

Halaman Soloraya Sabtu, 24 Agustus 2019.

Rehabilitasi dari PDIP Tiket Pilkada

SRAGEN—Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta rehabilitasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan demi mendapatkan ”tiket” maju dalam pemilihan bupati Sragen pada 2020. Permohonan rehabilitasi ke dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diajukan dalam kongres V PDIP di Bali beberapa waktu lalu.

Rehabilitasi dari PDIP menjadi “tiket” persiapan menuju pemilihan kepala daerah Kabupaten Sragen 2020. Setelah pulang dari ibadah haji, Kamis (22/8), Yuni kembali beraktivitas di pemerintahan Kabupaten Sragen. Di sela-sela perayaan ulang tahun ke-74 kemerdekaan Indonesia di Gedung Olahraga Diponegoro Sragen, Jumat (23/8), Yuni mengatakan sudah mengajukan permohonan rehabilitasi sebagai ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Simak selengkapnya di: ">E-Paper Solopos.

Kerabat Yakin Wondri Ditembak Tanpa Prosedur Benar

WONOGIRI—Kerabat Andri Novianto atau Wondri berencana menempuh jalur hukum untuk menuntut keadilan atas kematian Wondri di tangan polisi. Kerabat meyakini Wondri ditembak tanpa melalui prosedur yang benar. Wondri, 37, merupakan residivis pembunuhan. Ia ditembak mati aparat Polres Wonogiri pada Selasa (20/8) malam lalu.

Sebelum ditembak Wondri meminta uang keamanan di toko aksesori telepon seluler Kartika di dekat Pasar Kota Wonogiri. Menurut keterangan resmi kepolisian, polisi menembak Wondri karena berusaha merebut senjata polisi saat diminta menunjukkan parang/ pedang yang dia gunakan untuk melukai warga Kaloran, Giritirto, beberapa waktu sebelumnya

Simak selengkapnya di: ">E-Paper Solopos.

Menebar Rasa Peduli Lingkungan Lewat Lagu

Yuliana Setyawati, 25, adalah salah seorang sukarelawan the International Nature Loving Association (INLA) Cabang Solo yang aktif bergerak mengedukasi anak-anak agar peduli terhadap lingkungan. Yuliana aktif berkontribusi mengedukasi anak-anak sejak INLA berdiri di Solo sembilan tahun lalu.

Dia bersama kawan-kawannya memiliki cara khusus untuk mengedukasi anak-anak sekolah dasar agar punya kepedulian terhadap lingkungan. Cara yang diterapkan adalah menggunakan lagu.

Setiap lagu yang diajarkan kepada anak-anak memiliki pesan dan ajakan untuk bersama-sama menjaga bumi. Lagu dia anggap sebagai wahana yang lebih efektif untuk mempersuasi anak-anak dan membuat anakanak secara tidak sadar menikmati setiap pesan-pesan yang disampaikan.

Simak selengkapnya di: ">E-Paper Solopos.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten