Tutup Iklan
Solopos Hari Ini: Bom Waktu Eksekusi Sriwedari
Harian Umum Solopos edisi Jumat (6/3/2020).

Solopos.com, SOLO — Eksekusi lahan Sriwedari menjadi bom waktu hilangnya ruang publik di Kota Solo. Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, diminta melakukan perlawanan rencana eksekusi Sriwedari lewat jalur hukum, bukan dengan opini.

Wali kota menuai kritik karena berupaya membenturkan rakyat dengan hukum dalam masalah ini. Pernyataan Rudy, panggilan F.X. Hadi Rudyatmo, dikeluarkan menyusul terbitnya surat Pengadilan Negeri (PN) Solo soal penetapan eksekusi pengosongan paksa Sriwedari pada 21 Februari 2020.

Kabar mengenai eksekusi lahan Sriwedari itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (6/3/2020). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, terdapat kabar mengenai bantahan KJRI di Jeddah tentang penagguhan umrah 2020.

KJRI Jeddah Bantah Penangguhan Umrah Selama 2020

Konsul Haji Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, Endang Jamali, menegaskan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari negara itu perihal penangguhan umrah selama 2020. Endang memastikan telah berkoordinasi dengan Direktur Urusan Travel Umrah Saudi, Abdurrahman Al Segaf, dan hasilnya kabar tersebut tidak benar.

"KUH [Kantor Urusan Haji] KJRI Jeddah sudah berkoordinasi dengan Abdurrahman Al Segaf. Dia mengatakan informasi tentang penutupan umrah selama satu tahun di 2020 itu tidak benar," kata Endang melalui keterangan resmi Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (5/3/2020).

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, terdapat kabar utama mengenai pembangunan kawasan wisata New Kemukus. Ada pula kabar dari penutupan jalan di salah satu wilayah di Klaten karena fondasi yang sudah kritis.

Warga Bantaran Bongkar Bangunan

Sebagian besar bangunan yang berdiri dari area sabuk hijau di kompleks Objek Wisata Religi Gunung Kemukus sudah dibongkar, Kamis (5/3/2020). Pantauan Espos di lokasi, puing-puing bekas bangunan warung dan tempat tinggal berserakan di area sabuk hijau atau bantaran Kedung Uter yang menjadi bagian dari Waduk Kedung Ombo (WKO).

Hingga Kamis siang, sejumlah warga masih sibuk membongkar bangunan yang sebelumnya dipakai untuk warung makan sekaligus tempat tinggal tersebut.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Fondasi Kritis, Jembatan Modran Ditutup

Polisi memasang garis polisi untuk menutup akses ke Jembatan Modran, Kamis (5/3/2020). Penutupan akses itu dilakukan menyusul salah satu fondasi tiang jembatan ambrol lantaran terus-menerus tergerus derasnya arus Sungai Dengkeng.

Jembatan Modran berada di perbatasan Desa Planggu, Kecamatan Trucuk dengan Desa Talang, Kecamatan Bayat. Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 1,5 meter itu melintang di atas Kali Dengkeng.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho