Harian Umum Solopos edisi Selasa (19/11/2019).

Solopos.com, SOLO — Polisi melakukan pembersihan anasir terorisme dengan menangkapi orang-orang yang diduga teroris. Setelah menetapkan 46 tersangka teroris pascaaksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, polisi terus beraksi menangkapi terduga teroris di berbagai daerah di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

"Sampai hari ini [kemarin] upaya penegakan hukum yang dilakukan Densus 88 dan jajaran Polda sudah menetapkan tersangka sejumlah 46 orang, seluruhnya ya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Kabar mengenai pembersihan anasir terorisme itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (19/11/2019). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar mengenai penangkapan terduga teroris di Solo dan Sukoharjo.

5 Orang Ditangkap di Solo-Sukoharjo

Tidak hanya di Sumatra, Densus 88 juga beraksi di Soloraya. Ada lima orang yang dibekuk, yaitu tiga di Solo dan dua di Sukoharjo. Polisi menggeledah tiga lokasi yaitu dua rumah dan sebuah tempat indekos di Kota Solo pada Senin (18/11/2019) siang.

Dari penggeledahan itu, polisi menyita alat komunikasi dan beberapa buku catatan. Penggeledahan pertama dilakukan di Jl. Sekar Jagat, RT 005/RW 001, Kampung Sidodadi, Pajang, Laweyan, Kota Solo sekitar pukul 10.00 WIB. Puluhan polisi berpakaian preman menggeledah rumah Jamaludin sekitar 45 menit.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai pelaku kuliner di Kota Solo yang harus berbenah demi wisatawan. Ada pula kabar tentang bus aglomerasi yang tak boleh masuk situs Sangiran.

Pelaku Kuliner Harus Berbenah

Para pelaku kuliner di Kota Solo harus terus berbenah untuk memuaskan wisatawan. Kuliner menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan yang mengunjungi Solo. Kepuasan wisatawan akan menarik minat wisatawan lainnya karena wisatawan yang puas pasti akan berbagi cerita.

Hal itu sesuai kajian Dinas Pariwisata Kota Solo. Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung, khususnya wisatawan, pelaku kuliner di Kota Solo terus berbenah.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Bus Aglomerasi Tak Boleh Masuk Situs Sangiran

Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran melarang bus aglomerasi angkutan umum Soloraya yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasuki area situs manusia purbakala itu.

Kepala BPSMP Sangiran, M. Hidayat, mengatakan ada sisi positif dan negatif bila bus koridor Terminal Tirtonadi (Solo)-Sangiran (Sragen)-Sumberlawang (Sragen) yang akan beroperasi pada pertengahan 2020 itu tak masuk wilayah situs seluas 59,21 kilometer persegi itu.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten