Solopos Hari Ini: Berharap Pemerintah Berubah
Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (18/9/2020) mengulas tentang berharap pemerintah pusat berubah.

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (18/9/2020), mengulas tentang pemerintah daerah berharap pemerintah pusat berubah.

Pemerintah diminta mendukung upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi Covid-19 di masing-masing daerah.

Itu termasuk mengaatasi ketimpangan tes hingga aktif mengungkap data termasuk klaster-klaster di kantor lembaga pemerintah pusat.

Dalam hal klaster di kantor-kantor lembaga pemerintah termasuk kementerian, pemerintah pusat belum mengeluarkan pernyataan apapun.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Kebakaran Pabrik Di Telukan Sukoharjo, Asap Hitam Membubung Tinggi

Karya Film Dokumenter Sineas Solo ke Festival Film Dunia

Film dokumenter You and I besutan sutradara Solo Fanny Chotimah mendapat kehormatan dengan tayang perdana (world premier) di DMZ International Documentary Film Festival, Korea Selatan.

Dokumentasi kehidupan dua perempuan lanjut usia (lansia) mantan tahanan politik ini juga tembus seleksi Asian Competition. Festival bergengsi yang biasanya diikuti sineas dari berbagai negara di dunia tersebut digelar Kamis (17/9) - Kamis (24/9) di Korea Selatan (Korsel).

Fanny dan tim sedianya diundang ke Korsel untuk menghadiri world premier debut film panjangnya. Namun dibatalkan karena pandemi corona virus disease (Covid-2019).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

13 Puskesmas di Solo Terbaik di Jateng

Sebanyak 13 puskesmas di Kota Solo memiliki Indeks Keluarga Sehat (IKS) terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Dari 13 puskesmas tersebut 9 di antaranya menjadi yang terbaik di tingkat nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan IKS terbagi menjadi 5 kategori yang meliputi program seputar gizi serta kesehatan ibu dan anak, pengendalian dua jenis penyakit yakni yang menular dan tidak menular, perilaku sehat masyarakat, rumah dan lingkungan yang sehat, serta kesehatan jiwa.

“IKS Puskesmas di Kota Solo belum sepenuhnya baik dan masih ada sejumlah evaluasi. Tapi, ternyata dibandingkan dengan puskesmas lain di Indonesia itu masih lebih baik,” kata dia, kepada wartawan, Kamis (17/9).

Dari 5 kategori itu penjabarannya ada 12 indikator, meliputi kategori gizi, kesehatan ibu dan anak, terdiri dari keluarga ber kb, ibu bersalin di fasilitas kesehatan, imunisasi bayi lengkap, asi eksklusif 6 bulan dan pertumbuhan balita terpantau.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Satlantas Polresta Solo: Balap Lari Di Jalan Raya Tidak Dibenarkan!

Kasus Covid-19 di Solo Bertambah 2 Orang, Sembuh 9 Orang

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo mencatat tambahan 2 kasus baru pada Kamis (17/9). Kendati begitu, angka kesembuhan terus meningkat. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan dua warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Kelurahan Sumber dan Jayengan.

“Satunya dari uji swab mandiri dan satunya lagi dari pasien suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi,” kata dia, dihubungi Espos, Kamis.

Ahyani mengatakan tambahan 2 orang tersebut membuat Kumulatif kasus Covid-19 di Solo yang menembus 564 orang. Perinciannya, 431 pasien pulang/sembuh, 77 menjalani isolasi mandiri, 32 rawat inap, dan 24 meninggal dunia. “Jumlah yang dirawat inap tidak bertambah, artinya pasien baru pada Kamis ini semuanya isolasi mandiri. Nah, yang isolasi mandiri kemudian sembuh ada 9 orang,” jelasnya.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom