Solopos Hari Ini: Beda Baca Realitas Solo
Koran Solopos edisi Jumat (4/12/2020).

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (4/12/2020) mengulas tentang beda baca realitas Solo pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo dalam debat publik pilkada II.

Debat Publik II Pilkada Solo tahun 2020 pada Kamis (3/12/2020) malam di Gedung TATV berlangsung seru, diwarnai saling serang dan adu argumentasi dua pasangan cawali-cawawali Solo.

Pantauan solopos.com pasangan Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) tampil jauh lebih agresif dibandingkan saat Debat Publik II Pilkada Solo 2020 pada Jumat (6/11/2020) malam di The Sunan Hotel Solo.

Mereka konsisten menyerang pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang diusung PDIP. Salah satunya ketika Bagyo Wahyono menanyakan rencana pengembangan seni tradisi dan kebudayaan Solo.

Dia sempat menyebut Gibran sebagai figur muda yang belum banyak memahami kebudayaan Solo. "Mas Gibran kan masih muda. Budaya Solo ini mau njenengan bawa ke mana? Kultur budaya njenengan belum tahu-tahu betul," ujar dia.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Panggung Debat Calon Tunggal di Boyolali

Debat publik pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2020 Boyolali, siap digelar Jumat (4/12) siang. Pada acara tersebut paslon akan menghadapi pertanyaan dari para panelis yang fokus pada penajaman visi dan misi paslon.

Meski di Boyolali hanya ada satu paslon yang nantinya akan melawan kolom kosong, kegiatan debat publik tetap dilakukan sebagai salah satu tahapan Pilkada 2020. Debat akan dilakukan pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Debat dilaksanakan di Al Azhar Azhima Hotel Resort and Convention, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Namun debat tidak bisa disaksikan masyarakat secara langsung di lokasi tersebut. Masyarakat bisa menyaksikan debat publik tersebut di tv dan Youtube atau mendengarkan melalui siaran radio. Menurut informasi yang diunggah di akun Instagram kpu_boyolali_official, acara itu disiarkan live di ADi TV, radio CJDW FM, Merapi FM, Karisma FM, serta streaming Youtube, Instragram dan Facebook KPU Boyolali.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

DKK: Banyak Pasien Dirujuk dalam Kondisi Buruk

Kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 di belasan rumah sakit (RS) di Kota Bengawan mendekati penuh. Tak sedikit pasien rujukan yang harus dibawa ke RS lain, saat RS rujukan pertama penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan lonjakan kasus tak hanya terjadi di Solo tapi juga daerah sekitar. Dukungan ruang isolasi di daerah lain yang kurang membuat pasien itu akhirnya dirujuk ke Solo. Beberapa pasien bahkan dirujuk dalam kondisi buruk.

Mereka mengalami sesak napas berat saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Akibatnya, nyawa mereka bisa tak tertolong sehingga mendongkrak tingkat kematian atau case fatality rate (CFR).

Tambahan kasus dalam tiga hari pada Selasa-Kamis (1-3/12/2020) berjumlah 174 orang. Sehingga pada Kamis ini, kumulatif pasien Covid-19 di Solo mencapai 2.626 orang. Perinciannya, 1.478 pulang/sembuh, 841 isolasi mandiri, 188 rawat inap, dan 119 orang meninggal dunia.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Bersihkan Sungai Seharian

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyiapkan aturan baru guna memperberat sanksi pelanggaran protokol kesehatan. Mereka yang kedapatan tidak memakai masker tak hanya dihukum membersihkan sungai selama 30 menit tapi hingga sehari penuh.

Hukuman juga berlaku bagi warga yang berkerumun dan mengabaikan jarak. Meskipun demikian, Pemkot menyediakan makanan saat hukuman itu dilakukan. Sanksi tersebut mulai berlaku per 10 Desember.

“Ini kami beritahukan dulu, baik yang tidak menggunakan masker maupun yang kedapatan berkerumun akan diberikan sanksi membersihkan sungai atau parit di sekitar Beteng Vastenburg. Hukuman selama 15 menit itu tidak terlalu efektif. Efektif ya cuma sehari itu saja, mereka tidak kapok. Hukuman membersihkan parit seharian ini ‘kan seperti padat karya tapi tidak digaji,” kata dia, kepada wartawan setelah Rakor Muspida menyikapi Covid-19 di Rumah Dinas Loji Gandrung, Kamis (3/12/2020).

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom