Harian Umum Solopos edisi Selasa (25/6/2019).

Solopos.com, SOLO — Aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2019 yang berubah-ubah membuat sebagian orang tua siswa salah memahami ketentuan. Sebagian orang tua beranggapan jalur prestasi dalam zona lebih diprioritaskan dibandingkan jalur zonasi murni.

Salah satu yang memiliki pemahaman demikian adalah warga Manahan, Banjarsari, Solo, Deswita Soraya. Ia membuatkan akun PPDB anaknya di SMAN 4 Solo, Senin (24/6). Deswita memilih mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi dalam zona dibandingkan jalur zonasi murni.

Kabar mengenai PPDB 2019 itu menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (25/6/2019). Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar dari sistem transportasi massal baru yang digagas Kemenhub. O-Bahn Busway adalah sistem transportasi massal baru gagasan Kemenhub.

Selain BRT, Kemenhub Kenalkan O-Bahn

Kementerian Perhubungan menggagas sistem transportasi massal bernama O-Bahn Busway, gabungan antara light rapid transit (LRT) dan bus rapid transit (BRT). Namun, Soloraya akan menerapkan BRT dengan bus berlantai rendah dan normal.

Program BRT dengan konsep pembelian layanan atau buy the service akan diterapkan di Solo-Soloraya, dan lima kota lain yakni Medan, Palembang, Jogja, Surabaya dan Denpasar. Anggaran untuk program tersebut juga sudah disiapkan.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar dari petani di Sukoharjo yang gagal panen. Padi di sawah Sukoharjo diketahui rusak berat. Ada pula ulasan mengenai obyek wisata kebun bunga di Sragen.

1.193 Hektare Sawah Puso

Lahan pertanaman padi di Kabupaten Sukoharjo seluas 1.193 hektare puso saat ini. Lahan pertanaman padi yang puso itu berada di empat kecamatan.

Para petani mengalami kerugian yang nilainya miliaran rupiah. Ratusan hektare tanaman padi lainnya kini juga terancam puso karena rusak berat.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Kebun Bunga untuk Memuaskan Hasrat Swafoto

Panas mentari makin menyengat, tapi pengunjung Kebun Bunga Celosia Sangiran, Sragen, tetap datang silih berganti. Taman bunga di Dusun/Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, ini belakangan menjadi daya tarik wisatawan domestik dari sekitar Kalijambe, Gemolong, Plupuh, Simo, Kalioso, dan wilayah lain.

Bunga-bunga yang dibudidayakan di area persawahan tumbuh mekar dalam beberapa hari terakhir. Tiket masuk kebun bunga ini hanya Rp5.000 per orang. Beragam bunga dibudidayakan di kebun ini, antara lain celosia, matahari, dan seribu bintang.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten