Solopos Hari Ini: Ancaman Demokrasi
Koran Solopos Hari Ini edisi Senin (8/3/2021) mengulas tentang ancaman demokrasi.

Solopos.com, SOLO-- Koran Solopos Hari Ini edisi Senin (8/3/2021) mengulas tentang ancaman demokrasi. Kudeta Partai Demokrat (PD) melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut) dianggap menjadi momok.

KLB dan klaim sepihak Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum bisa terjadi kepada partai politik lainnya.

Saiful Mujani, pemerhati politik dan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memperkirakan manuver politik Moeldoko akan berujung pada matinya Partai Demokrat. Dengan demikian, kemunduran demokrasi di Tanah Air akan kian dalam di era kepresidenan Jokowi.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Sepatu Klaten yang Melejit di Tengah Pandemi

Bermula dari meneruskan usaha distributor sepatu boot dan sandal jepit yang dijalankan orang tuanya, Adhitya Caesarico, 34, alias Rico berhasil mendirikan pabrik sepatu berbendera PT Adco Pakis Mas yang berlokasi di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten.

Berkat kejelian Rico, sepatu bermerek Aerostreet yang diproduksi pabrik itu justru kian eksis di tengah pandemi Covid-19.

Rico mengisahkan pada 2005-2006 silam dia meneruskan usaha bapaknya menjadi distributor brand sepatu dan sandal lokal. Dia lantas memberanikan diri untuk mengembangkan pabrik sepatu memanfaatkan gudang tempat usaha distributor yang berlokasi di Baki, Sukoharjo pada 2015.

“Berawal dari gudang kecil. Saat itu kapasitas produksi 100 pasang [per hari] dengan pegawai 60 orang,” kata Rico saat berbincang dengan Espos, Sabtu (6/3/2021).

Bermodal jaringan distributor se-Indonesia, Rico tak kesulitan untuk memasarkan produk sepatunya. Usahanya terus berkembang hingga Rico mendirikan pabrik di wilayah Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari. Kapasitas produksi meningkat pada 2020 menjadi 9.000 pasang sepatu per hari dengan jumlah karyawan mencapai 1.400 orang.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.

Proyek Rel Layang Solo, Nusukan Paling Terdampak

SOLO—Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih merampungkan pendataan hunian dan lahan terdampak proyek pembangunan rel layang atau elevated rail di Simpang Joglo. Pendataan tersebut ditargetkan rampung pada Rabu (9/3/2021). Dari empat kelurahan terdampak di Kecamatan Banjarsari, Nusukan menjadi yang terluas. Pendataan yang sudah dilakukan sejak Kamis (4/3/2021) itu diprediksi baru kelar Rabu.

Camat Banjarsari, Irianto, mengatakan empat kelurahan terdampak itu adalah Gilingan, Joglo, Nusukan, dan Banjarsari. “Tiga kelurahan sudah selesai, tinggal pendataan di Kelurahan Nusukan yang masih berjalan sampai Rabu karena wilayah terdampaknya paling luas, mungkin sekitar 30-40an hunian. Pekan ini kami menyasar sisi barat rel. Kami ingin pendataan rampung secepatnya guna meminimalisasi konflik di lapangan,” kata dia, dihubungi Espos, Minggu (7/3/2021).

Irianto menjelaskan pendataan dilakukan bersama dengan PT KAI mengingat lahan maupun hunian yang terdampak sebagian berdiri di perusahaan BUMN tersebut. Sebagian lagi merupakan lahan negara, yang sebagian terdata milik Pemkot, dan ada pula yang menjadi hak milik warga. Pendataan tersebut dilakukan sekaligus untuk sosialisasi pembangunan infrastruktur pemecah kemacetan itu. “Ya, meskipun sebenarnya warga sudah tahu soal rencana ini, mengingat sudah diwacanakan sejak tiga tahun lalu,” ungkapnya.

Selengkapnya baca E-paper Solopos.



Berita Terkini Lainnya








Kolom