Solopos Hari Ini: Anak Terkena Covid-19 di Rumah
Koran Solopos edisi Senin (3/8/2020).

Solopos.com, SOLO -- Harian Umum Solopos edisi Senin, 3 Agustus 2020 hari ini mengupas berita headline tentang anak yang menjadi salah satu kelompok rentan terpapar Covid-19.

Kabar utama Solopos hari ini berjudul Anak Terkena Covid-19 di Rumah mengupas tentang fakta sebagian besar anak yang positif Covid-19 tertular dari orang tua di rumah atau saat diajak bepergian ke luar rumah.

Meski tingkat kematian pasien anak-anak penderita Covid-19 termasuk rendah, ada efek tak langsung dan jangka panjang setelah mereka terpapar. Dari data total kasus terkonfirmasi di Indonesia yang dihimpun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), persentase pasien dari kelompok anak antara 1-5%.

Hari Ini Dalam Sejarah: 3 Juli 1914, Jerman Nyatakan Perang ke Prancis

Mayoritas anak terpapar Covid-19 merupakan pasien tanpa gejala atau asimtomatik, bergejala ringan, dan hanya kurang dari 2% di antaranya yang kritis. Meski demikian, di beberapa negara anak-anak merupakan salah satu pusat penularan Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 IDAI, dr. Yogi Prawira, dalam Diskusi Mingguan Forum Komunikasi Dokter Peduli Covid-19 yang digelar secara daring, Minggu (2/8/2020) sore, mengingatkan prevalensi anak dan sejumlah penyakit sebelum pandemi terjadi.

“Di Jerman, anak-anak diduga menjadi pusat penyebaran Covid-19 karena mereka tanpa gejala, dan penularan melalui feses. Ada penelitian yang menunjukkan virus bertahan di feses anak bisa mencapai dua pekan,” kata Dosen Emergensi Anak Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia itu.

Selain berita tentang anak sebagai kelompok rentan terpapar Covid-19, Solopos hari ini juga menyajikan sejumlah kabar lain di halaman utama yakni tentang penangkapan Djoko Tjandra dan tren bergowes ria.

Siasat Buron Melawan di Pelarian

JAKARTA—Penangkapan Djoko Soegiarto Tjandra setelah menjadi buron selama 11 tahun diakui sebagai prestasi Polri. Namun, Polri diingatkan masih ada puluhan buron lain yang rata-rata terkait kasus korupsi kelas kakap.

Indonesia Police Watch (IPW) menyebut kerja sama dengan Kepolisian Diraja Malaysia seharusnya bisa dilanjutkan dalam perburuan
para buron yang masih berkeliaran. Polri, khususnya National Central Bureau (NCB) Interpol bisa terus melobi negara-negara lain untuk memulangkan para buron yang bersembunyi di luar negeri.

Presidium IPW Neta S. Pane menyebut masih ada 38 buron yang masih berada di luar negeri.

Simak selengkapnya di Epaper Solopos

Berharap Tak Cuma Gebyar Musiman

Sepeda tak hanya demi tren bergowes ria, tapi juga untuk berbagi kesenangan di tengah pandemi. Wartawan Solopos, Wahyu Prakoso,
melaporkan kesenangan itu dalam sebuah kontes sepeda.

Ponsel Ketua Panitia Mini Kontes Sepeda Ontel Solo, Heru Kurniawan, berdering sejak Minggu (2/8) pagi pukul 09.00 WIB. Dia mendapatkan panggilan telepon dari para calon peserta kontes asal Pekalongan yang menanyakan cara mendaftar.

Empat Hari, Penambahan Kasus Baru Covid-19 dan Pasien Sembuh di Sragen Imbang

Heru, sapaan akrabnya, sontak kaget dengan antusiasme para peserta dari luar kota yang datang sejak pagi untuk mengikuti kontes. Ia bergegas menuju lokasi untuk melayani pendaftaran para peserta dari luar kota.

Kontes sepeda perdana tersebut merupakan kontes tanpa sponsor. Panitia membuat promosi bekerja sama dengan 10 komunitas sepeda dan forum jual beli sepeda. Mereka memanfaatkan jejaring di Whatsapp Group dan Facebook.

Simak selengkapnya di Epaper Solopos

Sementara itu, halaman Soloraya Solopos Senin ini menyajikan berbagai kabar menarik di antaranya tentang penyebaran Covid-19 di Balai Kota Solo, dinamika politik menjelang Pilkada Solo, penyembelihan di rumah pemotongan hewan, dan lainnya.

Lagi, Satu Gedung di Balai Kota Ditutup Sepekan

SOLO—Satu gedung di bagian sayap utara Balai Kota Solo ditutup selama sepekan menyusul salah seorang pegawai di lingkungan kantor
itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Pegawai Bagian Humas dan Protokol Setda Solo itu diketahui positif setelah menjalani uji usap secara ReverseTranscriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), beberapa waktu lalu. Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan dia mengikuti uji usap setelah diketahui pernah berkontak dengan kasus konfi rmasi.

“Uji usap dilakukan di RSUD Bung Karno pada Sabtu dan Minggu [25-26/7] kemarin. Hasilnya baru keluar Sabtu [1/8]. Jadi, sudah masuk data kemarin Sabtu. Satu gedung dikarantina sepekan sejak Senin [3/8]. Di gedung itu enggak hanya Bagian Humas dan Protokol, ada Bagian Umum dan lain-lain. Pegawainya kami minta work from home [bekerja dari rumah],” kata dia kepada wartawan, Minggu (2/8).

Simak selengkapnya di Epaper Solopos

Gibran: Selamat Berjuang

SOLO—Dua cucu Pakubuwono XII, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi, dan B.R.M. Suryo Syailendra Soepomo berkeinginan maju di Pilkada 2020. Bahkan Putri Woelan Sari Dewi sudah bertemu dengan Wawali Achmad Purnomo terkait kemungkinan maju di Pilkada.

Menanggapi dua kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, calon Wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka, tidak banyak berkomentar atas kedua orang tersebut. “Ya Selamat berjuang. Saya belum tahu beliau berdua lewat mana. Semoga dilancarkan,” ujar Gibran saat ditanya wartawan di sela-sela penyerahan hewan kurban di Sekretariat DPC PDIP Solo, Kamis (30/7).

Simak selengkapnya di Epaper Solopos

Takmir Batalkan Penyembelihan di RPH

SOLO—Medik Veteriner UPT RPH Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo, Ardiet Firmansyah, menjelaskan ada 74 ekor sapi yang disembelih di rumah pemotongan hewan (RPH) Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo hingga Senin (3/8).

Pada Sabtu (1/8) petugas RPH telah menyembelih 68 ekor sapi. “Jumlah tahun lalu sekitar 100 ekor sapi. Ada masjid membatalkan pemotongan hewan kurban. Tanya informasinya ke sini lalu dirapatkan dan enggak daftar. Ada penurunan jumlah hewan kurban,” ujar dia kepada Espos, Sabtu.

Simak selengkapnya di Epaper Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom