Solopos Hari Ini: Alam Gagal Tantang PDIP
Harian Umum Solopos edisi Kamis (27/2/2020).

Solopos.com, SOLO — Pasangan calon perseorangan Muhammad Ali Naharussurur-Achmad Abu Jazid (Alam) gagal melenggang sebagai cawali-cawawali Solo dalam pilkada 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo menolak berkas syarat dukungan Alam karena tidak memenuhi jumlah minimal 35.870 orang.

Penolakan ini menyisakan pasangan calon wali kota-calon wakil wali kota (cawali-cawawali) di jalur perseorangan Bagyo Wahono-F.X. Supardjo (Bajo), yang berkas syarat dukungan telah memenuhi syarat.

Kabar mengenai gagalnya pasangan Alam maju sebagai cawali-cawawali Solo di Pilkada 2020 melalui jalur independen itu menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (27/2/2020). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar penangkapan buronan kasus pengaturan skor sepak bola.

2 Buronan Kasus Pengaturan Skor Sepak Bola Ditangkap

Dua buronan kasus pengaturan skor sepak bola Liga 3 Jawa Barat ditangkap Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. Kedua tersangka berinisial HN, anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI Jawa Barat dan KH, Dewan Pengawas Persikasi Bekasi sekaligus pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Mereka diduga menerima uang Rp2juta-Rp4 juta terkait pengaturan skor (match fixing) pada pertandingan Liga 3 antara Perses Sumedang versus Persikasi Bekasi pada 6 November 2019.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai rencana penempatan food truck di area citywalk Solo. Ada pula kabar dari insiden peluru nyasar yang menimpa driver ojek online di Sragen.

Citywalk akan Dimeriahkan Food Truck

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mewacanakan keberadaan food truck atau mobil penjual makanan di area citywalk Jl. Slamet Riyadi. Mobil penjaja makanan tersebut berfungsi sebagai pendukung halte bus angkutan umum yang akan dibangun di enam titik di jalur pedestrian itu.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Taufik Muhammad, mengatakan halte dibangun sebagai fasilitas layanan bus yang akan melaju contra flow (melawan arus) di Jl. Slamet Riyadi.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Driver Gojek Jadi Korban Peluru Nyasar

Hendro Prasetyo, 30, seorang driver ojek online Gojek asal Dukuh Kedusan, RT 005/RW 007, Desa Karangmalang, Masaran, Sragen, menjadi korban peluru nyasar. Peluru itu diduga berasal dari tembakan yang dilepaskan polisi saat hendak melumpuhkan kawanan pencuri yang dikejar di wilayah Masaran, Selasa (25/2/2020) malam.

Informasi yang dihimpun Espos, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Kala itu, Hendro yang tengah mangkal di pinggir jalan dikejutkan aksi kejar-kejaran mobil polisi dengan mobil Toyota Avanza berpelat nomor B 1204 VFM yang membawa kawanan pencuri.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho