Solopos Hari Ini: Akhir Janji Surga Bos Rangrang

Solopos.com, SOLO -- Harian umum Solopos edisi Selasa (11/8/2020) memuat berita utama tentang bisnis ternak semut rangrang.

Sugiyono, pemilik dan pendiri CV Mitra Sukses Bersama (MBS) yang bergerak dalam bisnis investasi ternak semut rangrang, akhirnya ditangkap aparat Polda Jawa Tengah (Jateng). Ini menjadi babak baru setelah bisnis tersebut kolaps sejak Mei 2019.

Informasi yang dihimpun Espos, Senin (10/8), warga Dukuh Kroyo, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, itu ditangkap polisi pada Senin (3/8). Foto penangkapan mantan Sekretaris Desa Taraman dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen itu sudah beredar luas di grup Whatsapp warga setempat.

Dalam foto itu, tampak Sugiyono mengenakan baju tahanan nomor 56 berwarna biru. Sambil mengenakan masker warna putih, Sugiyono diapit dua laki-laki. Yang satu berseragam polisi, sedangkan seorang lainnya berkemeja putih dan bercelana jins yang diduga seorang penyidik.

Dari latar belakang dalam gambar tersebut, foto diambil di Kantor Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Jateng.

Bupati Wonogiri Minta Rekomendasi soal Pembelajaran Tatap Muka

“Pak Sugiyono sempat memimpin serah terima pengantin di Kerjo Karanganyar pada Minggu [2/8/2020]. Sehari setelahnya, Senin, dia dijemput polisi dari Polda Jateng. Setelah itu, beredar foto yang menunjukkan Pak Sugiyono mengenakan baju tahanan itu,” papar Mulyono, 50, tetangga dari Sugiyono saat ditemui Solopos.com di Dukuh Kroyo.

Tepat sehari setelah bos usaha ternak semut rangrang di Sidoharjo, Sragen, itu ditangkap, adik kandungnya, Suwono, yang juga koordinator bisnis ternak semut rangrang itu meninggal dunia pada Selasa (4/8/2020) malam.

Wagiman, 54, salah satu mitra bisnis ternak rangrang mengaku sudah mengeluarkan uang Rp60 juta untuk membeli 40 paket ternak rangrang pada April 2019 lalu. Pada awalnya, dia enggan bergabung dalam bisnis ternak rangrang itu.

Reaktif Rapid Test Covid-19, KPPS & Pengawas TPS Pilkada Sukoharjo Siap-Siap Diganti

Akan tetapi, pendiriannya goyah karena mendapat iming-iming untung besar dari para mitra yang bergabung lebih dulu dengan bos usaha ternak rangrang di Sidoharjo, Sragen, itu. Namun, baru dua bulan jalan, usaha ternak rangrang itu akhirnya kolaps pada Juni 2019.

“Sedianya jadwal panen saya itu bulan 10 [Oktober], tapi baru dua bulan jalan gudangnya sudah tutup. Sampai sekarang, saya belum mendapatkan uang saya kembali sepeser pun,” terang Wagiman.

Berita selengkapnya baca di Epaper Solopos.

Jangan Gegabah Buka Sekolah

JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan kembali membuka sekolah tak hanya yang berada di daerah berstatus zona hijau, tapi juga zona kuning Covid-19.

Menjelang kebijakan itu diterapkan, kasus-kasus baru justru muncul di sekolah. Karena itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tetap dilakukan dan diperpanjang. FSGI khawatir pembukaan sekolah tatap muka di kawasan zona kuning Covid-19 dapat memunculkan klaster baru di sekolah.

Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim mengatakan bahwa ini merupakan potret kebijakan pendidikan yang paradoks. Di satu sisi kasus baru Covid-19 semakin meluas, namun pemerintah malah memperluas pembukaan sekolah.

Ini Nasihat SBY Soal APBN, Tambah Utang & Pandemi Corona

“Ketika angka penyebaran Covid-19 di Indonesia makin tinggi, kebijakan pendidikan membuka sekolah malah makin longgar. Satu bulan lalu sekolah hanya boleh dibuka di zona hijau, itu pun secara bertahap. Tapi sekarang justru di zona kuning pun diperbolehkan,”
kata Satriwan, Senin (10/8).

Berita selengkapnya baca di Epaper Solopos.

Mangkunegaran Tak Ada Kirab

SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberi lampu hijau pergelaran peringatan Malam 1 Sura pada Rabu (19/8) malam hingga Kamis (20/8) pagi.

Kendati begitu, penyelenggara diminta memerhatikan dan mengetatkan protokol kesehatan. Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan keputusan tersebut dilematis mengingat acara tersebut dipastikan mengundang kerumunan.

“Ya, diizinkan dengan catatan. Susah juga, kalau melarang nanti bertentangan, kalau mengizinkan melanggar protokoler kesehatan. Tetap akan kami kaji dulu bersama Gugus Tugas. Prinsipnya kami mengizinkan [kalau digelar],” kata Rudy, sapaan akrabnya, Minggu (9/8).

Jadwal Pemadaman Listrik PLN Surakarta 11-13 Agustus, Ini Wilayah Yang Terdampak

Di sisi lain, Pura Mangkunegaran memastikan Kirab Malam 1 Sura ditiadakan, meski rangkaian acara internal tetap berlangsung. Abdi Dalem Bagian Pariwisata Pura Mangkunegaran, Joko Pramudya, mengatakan peniadaan dilakukan lantaran pihaknya khawatir tak bisa menerapkan protokol kesehatan.

Berita selengkapnya baca di Epaper Solopos.

PT Beri Keringanan UKT

SOLO—Sejumlah perguruan tinggi (PT) di Solo menyebut tidak ada mahasiswa mereka yang putus kuliah akibat ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Salah satu upaya kampus mencegah kemandekan studi adalah melalui pemberian keringanan uang kuliah tunggal (UKT) atau SPP.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jamal Wiwoho, bahkan menjamin tidak ada mahasiswanya yang putus kuliah akibat persoalan ekonomi tersebut. Hal itu disampaikan Jamal saat audiensi dengan mahasiswa di UNS Inn, Jumat (07/8) pekan lalu.

“Saya menjamin bahwa tidak ada mahasiswa yang putus kuliah di UNS karena tidak mampu membayar UKT,” ujar Jamal.

Pakai Sabu-Sabu Biar Fit, Sopir di Grobogan Ditangkap

Sebanyak 9.752 mahasiswa UNS mendapatkan keringanan UKT dari kampus untuk semester ganjil 2020/2021. Keringanan diberikan dalam tiga kategori, yakni bebas UKT sebanyak 6.158 mahasiswa, keringanan reguler sebanyak 1.671 mahasiswa, dan keringanan Covid-19 sebanyak 1.923 mahasiswa. Total keringanan yang diberikan kepada mahasiswa tersebut senilai Rp37,3 miliar.

Berita selengkapnya baca di Epaper Solopos.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom