Wargo Solo mengikuti senam zumba pada acara yang bertajuk Be A Hero Jadilah Pejuang Informasi Kredibel bersama Solopos di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (17/11/2019). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO - Sebuah acara bertajuk Be A Hero Jadilah Pejuang Informasi Kredibel digelar Solopos pada Car Free Day (CFD) di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (17/11/2019). Solopos ingin mengajak masyarakat menjadi pejuang informasi kredibel melalui acara ini.

Dalam acara ini, pengunjung bisa mengikuti senam zumba selama satu jam. Pada sisi timur panggung, dibentangkan teka teki silang (TTS) raksasa berukuran kira-kira 2,5 meter x 7 meter. Warga pun berkerumun memilih satu pertanyaan yang ingin dijawab.

Peserta TTS, Sugiman, 55, datang bersama putrinya Bingah yang baru berusia 11 tahun. Bingah mendapatkan satu kupon yang ditukarkan satu porsi sarapan setelah menjawab satu pertanyaan menurun. “Ada TTS Raksasa bagus untuk anak bisa belajar tampil di depan umum sehingga kepercayaan diri anak meningkat,” ungkapnya.

Kegiatan senam, TTS, dan Speak up merupakan rangkaian kegiatan inisiatif Solopos untuk mengajak masyarakat memahami pentingnya literasi digital. Dan menjadi pejuang informasi kredibel dengan memerangi hoaks.

Pengunjung dari Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Tutik, mengaku kesal ketika mendapati berita bohong. Dia pun mengapresiasi Solopos karena membuat acara seperti ini. Dia juga mengaku telah berlangganan Solopos sejak 10 tahun terakhir karena merupakan media terpercaya.

GM Digital Solopos, Tri Wahyudi, menjelaskan Solopos hadir langsung di tengah masyarakat untuk memperkenalkan produk digital antara lain, solopos.com, jeda.id, Ibukotakita.com, dan newcapital.id. Masih dalam suasana Bulan Pahlawan, Solopos juga mengajak masyarakat menjadi penjuang informasi kredibel.

“Produk digital Solopos berbasis media mainstream dengan kode jurnalistik dan kredo jurnalistik. Sehingga berita yang ditayangkan dapat dipercaya,” ujarya.

Pemimpin Redaksi Solopos, Suwarmin, mengatakan, pada era banjir informasi banyak orang mudah membuat informasi maupun mengubah informasi. Adanya berita bohong dapat mengakibatkan adu domba masyarakat, situasi yang tidak kondusif, menyebarkan kebencian, dan berurusan dengan hukum.

“Orang percaya pada berita bohong karena kurangnya literasi dan kurang peduli terhadap informasi yang benar. Informasi yang mencurigakan biasanya terasa ganjil, mengejutkan, dan berlebihan,” katanya.

Suwarmin, mengajak masyarakat untuk menjadi pejuang informasi dengan tidak menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya, menumbuhkan kepedulian terhadap informasi sebelum menyebar luaskan berita. Ia menyarankan untuk mencari informasi melalui media yang terpercaya salah satunya Solopos. “Cari informasi yang terpercaya melalui media yang terpercaya,” ungkapnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten