Solo Zaman Dulu: Gemerlap Berkat Listrik Mangkunegaran

Kondisi Kota Solo zaman dulu, tepatnya masa kolonial Belanda ternyata sudah gemerlap berkat perusahan listrik yang didirikan pihak Kadipaten Mangkunegaran.

 Mobil jenazah K.G.P.A.A Mangkunagoro IX tiba di Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (13/8/2021) sore. (Solopos-Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Mobil jenazah K.G.P.A.A Mangkunagoro IX tiba di Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (13/8/2021) sore. (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kondisi Kota Solo pada zaman dulu, tepatnya masa penjajahan Belanda? Apakah gelap gulita dan terbelakang?

Bayangan tersebut mungkin tidak sepenuhnya benar. Sebab, Kota Solo telah memiliki perusahaan listrik swasta di bawah kendali Kadipaten Mangkunegaran sejak zaman kolonial Belanda.

PromosiTien Soeharto Kelahiran Karanganyar, Pencetus Larangan ASN Poligami

Dikutip dari situs Puromangkunegaran.com, Jumat (28/1/2022), pada 12 Maret 1901, KGPAA Mangkunegara VI (1896-1911) dan Sunan Pakubuwana X (1893-1939) menggagas perusahaan listrik swasta di Solo yang diberi nama Solosche Electriciteits Maatschappij (SEM). Gagasan tersebut kemudian diteruskan oleh KGPAA Mangkunegara VII (1916-1944).

Baca juga: Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kehadiran perusahaan listrik SEM membawa wajah Kota Solo menjadi gemerlap di malam hari dengan berbagai aktivitas warga. SEM bukan hanya memasok listrik, tetapi juga mengadakan dan memasang instalasi listrik di Kota Solo.

Dulu, lampu, genset, instalasi listrik, dan gardu listrik masih bisa dijumpai di Pura Mangkunegaran dan Kraton Kasusnanan Surakarta Hadiningrat. Perusahaan listrik swasta ini juga menyediakan listrik di kantor pemerintahan, penerangan jalan umum (PJU), dan jaringan listrik sampai ke pedesaan.

Baca juga: Perusahaan Listrik Pertama Indonesia Ada di Solo?

Akan tetapi selama 1902-1931, SEM belum mampu memenuhi kebutuhan listrik di Solo dan sekitarnya zaman dulu. KGPAA Mangkunegara VII kemudian mendapat ide untuk mendirikan pembangkit listrik dengan biaya terjangkau bagi seluruh rakyat di Praja Mangkunegaran.

Selanjutnya pada 1932 pihak Mangkunegaran dan SEM melakukan studi ke Tawangmangu untuk melihat tempat yang cocok membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Sampai akhirnya diputuskan Kali Samin di Tawangmangu dijadikan lokasi PLTA yang diresmikan Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara pada 7 November 1932.

Baca juga: Eksklusif! Gibran Buka-Bukaan, Siap Jadi Sales demi Kota Solo

PLTA Kali Samin, Tawangmangu

PLTA di Kali Samin, Tawangmangu itu pun berhasil memasok listrik yang menyulap kawasan di sekitarnya menjadi terang-benderang. Hal ini juga mendatangkan keuntungan bagi pabrik gula Tasikmadu dan Colomadu yang dapat melipatgandakan jumlah produksi. Keberadaan PLTA ini juga menambah pasokan listrik yang mampu menerangi wilayah Solo dan sekitarnya zaman dulu.

PLTA Kali Samin yang berhasil beroperasi selama tiga tahun sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini pula menambah kepercayaan rakyat kepada Kadipaten Mangkunegaran yang sebelumnya sukses memanfaatkan sumber air di Tawangmangu sebagai air minum.

Selain itu, keberadaan PLTA di Kali Samin itu juga mendorong lahirnya industri pariwisata di Tawangmangu. Sejak saat itu muncul sejumlah hotel yang ditunjang listrik.

Baca juga: 2 Perempuan Diduga Pelaku Prostitusi Online Ditangkap di Indekos Solo

Dihimpun dari buku Jejak Listrik di Tanah Raja, sayangnya, Belanda lantas berbalik haluan. Listrik yang merupakan sumber energi strategis hanya boleh dikuasai oleh pemerintah kolonial dan pihak swasta yang mendukung mereka. Alhasil, penguasaan listrik di Tawangmangu oleh Kadipaten Mangkunegaran dianggap menyimpang dan akhirnya dilarang.

Sebagai informasi, eenergi listrik kali pertama dipakai di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada akhir abad ke-19. Kala itu, beberapa perusahaan Belanda yang bergerak di industri gula dan teh mendirikan pembangkit listrik untuk kepentingan produksi.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

+ PLUS Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Pencapaian Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjadi bagian penting dari strategi mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Berita Terkini

Sepatu Jokowi saat Bertemu Elon Musk Jadi Sorotan Netizen Malaysia

Sepatu yang dikenakan Presiden Jokowi saat bertemu Elon Musk adalah buatan Bandung seharga Rp300.000.

Kritik Pertemuan Jokowi dan Elon Musk, Rocky: Hanya Sensasi dan Ilusi

Pengamat politik Rocky Gerung menyimpulkan pertemuan Presiden Jokowi dan Elon Musk hanya sebatas menciptakan sensasi dan ilusi karena substansinya tidak ada.

Ini Respons AHY soal Koalisi Indonesia Bersatu Golkar, PAN dan PPP

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan partainya tidak tergesa-gesa dalam menyikapi pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu.

Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Pencapaian Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjadi bagian penting dari strategi mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Solopos Hari Ini: Sinyal Batal Naik

Nilai keekonomian bahan bakar minyak (BBM) terus melambung. Meski demikian, belum ada tanda-tanda pemerintah memutuskan kenaikan harga BBM di dalam negeri, khususnya Pertalite dan solar.

Kata-kata Ucapan Hari Kebangkitan Nasional yang Diperingati 20 Mei

Berikut ini terdapat rekomendasi 10 kata-kata ucapan selamat Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati pada 20 Mei setiap tahunnya.

Sastra di Solo, Ekspor Serat Nanas, Lubang Hitam, dan Elektabilitas

Kota Solo pernah menjadi pesemaian sastra patriotik dan revolusioner. Yang dimaksud revolusioner adalah mendobrak penjajahan dari segala segi yang mungkin.

Kota Solo Pernah Jadi Pesemaian Sastra Patriotik dan Revolusioner

Kota Solo pernah menjadi pesemaian sastra patriotik dan revolusioner. Yang dimaksud revolusioner adalah mendobrak penjajahan dari segala segi yang mungkin.

7 Orang Meninggal, Ini Kronologi Kecelakaan di Jl. Purwasari Karawang

Polisi mengungkap kronologi kecelakaan maut yang menyebabkan tujuh orang meninggal di Jl. Raya Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Minggu (15/5/2022).

Kecelakaan Maut di Jl. Raya Purwasari Karawang, 7 Orang Meninggal

Sebanyak tujuh orang meninggal dunia dan sepuluh orang lainnya luka-luka dalam peristiwa kecelakaan di Jl. Raya Purwasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (15/5/2022).

Beri Dukungan Airlangga Jadi Capres, Begini Penjelasan Ridwan Kamil

Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Ridwan Kamil yang berlangsung sekitar 30 menit itu juga diwarnai guyonan-guyonan.

Pengamat: Koalisi Golkar, PAN, dan PPP Tinggal Tentukan Capres-Cawapres

Qodari melihat ini adalah koalisi yang paling nyata hari ini menuju 2024 karena gabungan ketiga parpol sudah memenuhi syarat pencalonan Pilpres 2024 mendatang.

Terkait Pilpres, Ridwan Kamil Ungkap Dukungan untuk Airlangga

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menerima silaturahim Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Minggu (15/5/2022).

14 Orang Meninggal Laka Bus di Tol Surabaya, Ini yang Dilakukan Pemkot

Pemkot Surabaya membantu menyiapkan pemakaman warga Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal yang menjadi korban kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto atau Tol Sumo pada Senin (16/5/2022).

Tak Kuat Nanjak, Mikrobus Bawa Rombongan Warga Hantam 2 Mobil di Bantul

Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Imogiri-Dlingo, tepatnya di Dusun Sukorame, Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul.