Solo Youth Edutech Festival 2021 Digelar Model Hybrid, Begini Konsepnya

YRP Solo mengadakan Solo Youth Edutech Festival 2021 mulai Selasa hingga Jumat menggunakan konsep hybrid, yakni secara virtual dan tatap muka langsung.

Bayu Jatmiko Adi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 00:12 WIB

SOLOPOS.COM - Talkshow Solo Youth Edutech Festival 2021 di Dalem Purwohamijayan, Baluwarti, Solo, Selasa (26/10/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO — Solo Youth Edutech Festival 2021 digelar dengan konsep hybrid di Kota Solo, Selasa (26/10/2021). Acara tersebut dilaksanakan untuk mengembangkan potensi generasi muda.

Solo Youth Edutech Festival 2021 merupakan kegiatan yang digelar oleh Youth Reinforcement Program (YRP). Inisiator YRP, Astrid Widayani, mengatakan YRP merupakan program pengembangan anak muda berbasis pengembangan diri dan penguatan soft skill.

“Acara ini digelar dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda, yang mana Solo juga sudah menyambut pertemuan tatap muka di proses pembelajarannya,” katanya, Selasa.

Baca Juga: PLTSa Putri Cempo Solo, Puluhan Kontainer Material Mulai Berdatangan

Untuk itu pada pelaksanaan Solo Youth Edutech Festival 2021 tersebut juga dilakukan dengan konsep baru, yakni secara hybrid. “Jadi acara ini bisa disaksikan langsung dan bisa disaksikan secara virtual di www.syef.org,” katanya.

Terkait kegiatan secara langsung, Solo Youth Edutech Festival 2021 digelar di Dalem Purwohamijayan, Baluwarti, Solo, mulai 26 Oktober hingga 28 Oktober. Selain menampilkan sejumlah pembicara nasional, acara itu juga diisi workshop dan talkshow.

Berdasarkan informasi yang diunggah di akun Instagram @unsaofficial, pembicara nasional yang tampil pada acara itu adalah Journalist and News Anchor, Rory Asyari. Kemudian Putri Pariwisata Indonesia 2020 Jessy Silana dan Shakira Jasmine.

Baca Juga: Pekan Terakhir Solo Great Sale 2021, Banjir Promo Diskon hingga 50%

“Potensi anak muda Solo, itu yang ingin kami tampilkan. Sebab anak muda Solo memiliki beragam potensi. Dengan adanya acara ini kami ingin mempertemukan berbagai potensi anak tersebut. Secara keseluruhan kegiatan ini berbasis pengembangan soft skill,” jelas Astrid.

Menurutnya, pengembangan potensi generasi muda menjadi penting untuk masa depan bangsa. Generasi muda merupakan agen perubahan bagi sebuah bangsa.

“Terlebih dengan adanya tantangan teknologi, justru yang menjadi penggerak adalah anak muda itu sendiri. Anak muda berpotensi untuk menggerakkan roda perekonomian dan mengembangkan semua sektor,” jelasnya. Pembukaan acara tersebut dihadiri Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif