Ilustrasi pasangan kekasih. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Makeup branded, pakaian, sepatu, tas branded, perhiasan, hingga keinginan jalan-jalan ke luar negeri bisa tercapai sejak Dewi menjadi sugar babby. Kehidupannya sebagai SPG saat berusia 16 tahun yang awalnya serba pas-pasan berubah drastis.

Dari kekasihnya yang merupakan pria beristri dan sudah berumur alias om-om, Dewi mendapatkan berbagai keinginannya dengan mudah. Tak tanggung-tanggung, dia memasang tarif Rp3 juta untuk menemani makan siang hingga menonton bioskop.

Sedangkan untuk menemani bisnis ke luar kota, Dewi mematok tarif Rp15 juta. Bayaran itu tentu membuat Dewi kaya mendadak. Namun, dia mengaku sering merasa bersalah dan ingin berhenti menjadi wanita simpanan.

“Pas ingin berhenti itu kayak gimana gitu, kayak ada yang kurang,” ujar Dewi kepada Solopos.com awal Januari 2019 lalu.

Uang pemberian om-om alias sugar daddy yang menjadi teman kencannya selalu habis untuk mentraktir temen-teman Dewi makan. Hidup bergelimangan harta panas tak membuat Dewi bahagia.

“Namanya juga uang panas. Itu kayak kita punya uang berapa pun pasti ujung-ujungnya habis. Terus satu sisi capai kayak gini terus, makan mewah kadang rasanya jadi biasa aja. Berbeda dengan makan mewah dari hasil halal,” sambung dia.

Dewi akhirnya bertobat dan memutuskan jalinan asmara terlarang dengan om-om tersebut. Selang beberapa waktu kemudian, dia bertemu dengan om-om yang jadi kekasihnya dengan keluarga di salah satu mal di Kota Solo.

Dewi yang hendak berbelanja pakaian tak sengaja bertemu dengan istri mantan sugar daddy-nya di eskalator. Dia lantas berlari ke lantai atas. Dia sangat terkejut melihat sang daddy menggendong anaknya. Dia pun kemudian diperkenalkan dengan istri mantan kekasihnya itu.

Sejak saat itu, Dewi benar-benar insaf. Perjalanannya bertobat penuh ujian. Dia masih kerap dihubungi beberapa pria beristri yang pernah berkencan dengannya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten