Tutup Iklan

SOLO UNDERCOVER : Begini Pengakuan Lady Escort Pemandu Karaoke di Solo…

SOLO UNDERCOVER : Begini Pengakuan Lady Escort Pemandu Karaoke di Solo…

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Youqueen.com)

Solo Undercover kali ini membedah keseharian para lady escort pemandu lagu di rumah hiburan karaoke di Solo. Mau tahu hasil wawancaranya?

Solopos.com, SOLO — Rumah hiburan karaoke terus tumbuh di Soloraya. Seiring dengan pertumbuhan rumah-rumah hiburan karaoke itu, lady escort pun semakin banyak dibutuhkan sebagai teman bagi para pria tetamu rumah-rumah hiburan karaoke itu.

Lapangan kerja bagi para perempuan yang dibuka oleh para pengelola rumah hiburan karaoke it terus saja terisi peminat. Bahkan meskipun oleh sebagian kalangan pekerjaan sebagai , lady escort yang kerap hanya disebut sebagai pemandu lagu itu kerap dipandang sebelah mata.

Apa daya tarik dari pekerjaan itu? Berapa yang bisa didapatkan seorang perempuan yang bekerja sebagai pemandu lagu di rumah hiburan karaoke? Tim Solopos.com, mencoba menguaknya melalui wawancara dengan seorang perempuan pemandu lagu.

Berikut ini petikan wawancara Solopos.com dengan Gadis (bukan nama sebenarnya), seorang lady escort (LC) di rumah hiburan karaoke di kawasan Jebres, Solo, Jawa Tengah.

Solopos.com: Sejak umur berapa menggeluti pekerjaan ini?
Gadis: Saya menekuni pekerjaan ini sejak tiga tahun lalu. Waktu itu umur 16 tahun. Masih kecil memang, hla butuh uang juga dan kebetulan juga diajak teman. Akhirnya ketagihan sampai sekarang.

Solopos.com: Berapa uang yang dihasilkan?
Gadis: Saya bekerja kan dari siang pukul 12.00 WIB sampai malam pukul 01.00 WIB. Satu jamnya Rp100.000. Kadang dapat tips juga. Paling besar bisa Rp2 juta dalam sehari. Kalau sangat sepi Rp500.000 per hari. Rata-rata Rp1 juta.

Solopos.com: Untuk apa uang sebanyak itu?
Gadis: Saat ini saya sedang membangun rumah untuk saya dan orang tua. Sekarang sudah habis Rp20 juta, ya sudah 80 persen lah. Selain untuk orang tua juga untuk kebutuhan sehari-hari.

Solopos.com: Kalau kita sudah bayar Rp100.000 per jam dapat fasilitas apa saja ni?
Gadis: [tersenyum] Cuma nemenin nyanyi. Boleh pegang-pegang kok, tapi enggak boleh pegang ini ya [sambil menunjukkan organ intim wanita].

Solopos.com: Kalau ada tamu yang kebablasan bagaimana?
Gadis: Ya saya lari, kan pintunya enggak dikunci. Teriak-teriak juga bisa, nanti petugas pasti datang.

Solopos.com: Enggak malu kerja jadi pemandu karaoke?
Gadis: Bagi saya apapun pekerjaannya yang penting ikhlas. Biar kerja begini yang penting saya tidak pernah minta-minta sama orang. Saya enggak peduli orang mau omong apa, yang penting aku kerja begini enggak apa-apa.

Solopos.com: Mau sampai kapan kerja seperti ini?
Gadis: Kalau rumah saya sudah jadi, saya mau cari kerja yang lain yang lebih baik. Sementara ini saya sedang butuh uang untuk membangun rumah dan membiayai sekolah dua adik saya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Suporter Persis Solo Gelorakan Gerakan Satu Rumah Satu Bendera Persis

Suporter Persis Solo menyemangati Persis yang mulai bangun dari tidur panjang dengan gerakan satu rumah satu bendera persis.

Peran Besar Robin Olsen Menjaga Gawang Swedia Bikin Spanyol Tak Berkutik

Kiper Swedia, Robin Olsen menjadi tokoh antagonis bagi tim nasional Spanyol yang harus menelan hasil nirgol kontra Swedia

Spanyol 0-0 Swedia: Matador Sia-Siakan Peluang di Kandang

Spanyol tampil dominan dengan 75 persen ball possesion dan membuat 17 attempts, delapan di antaranya on goal.

Anti-Mainstream! Warung Makan di Jogja Ini Punya Menu Balung Dinosaurus & Gajah

Warung di Sleman, Jogja ini selain menawarkan makanan varian daging, juga beri sensasi menyantap makanan di kolong jembatan.

Polandia 1-2 Slovakia: Kejutan! Slovakia Langsung ke Puncak Grup E

Slovakia sementara memimpin Grup E setelah pada laga lainnya Spanyol versus Swedia berakhir seri alias tanpa pemenang.

Serangan Jantung, Penyebab Markis Kido Meninggal di Lapangan Bulu Tangkis

Markis Kido meninggal dunia karena serangan jantung di lapangan saat bermain bulu tangkis.

Markis Kido Berprestasi Tingkat Dunia, PBSI: Pantas Disebut Sang Legenda

Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna, menyatakan Markis Kido layak disebut legenda bulu tangkis dengan segala prestasi yang sudah ditorehkan untuk Indonesia, khususnya di sektor ganda putra.

Saat Bermain Bulu Tangkis, Begini Kronologi Markis Kido Meninggal Dunia

Menurut Candra Wijaya yang kebetulan hadir di arena, Kido tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat baru bermain setengah game.

557 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dalam Sepekan, Klaten Di Ambang Zona Merah

Satgas Penanganan Covid-19 Klaten mencatat ada 557 warga yang terkonfirmasi positif corona dalam sepekan terakhir.

Kokoh, Saluran Air Peninggalan Perusahaan Serat Hindia Belanda Di Wonogiri Masih Berfungsi

Peninggalan perusahaan serat terbesar pada masa Hindia Belanda di Wonogiri berupa saluran air masih berfungsi dan dimanfaatkan warga.

Pengetatan PPKM Sragen: Hajatan Dilarang, Ibadah Berjamaah Ditiadakan

Satgas Penanganan Covid-19 Sragen mengeluarkan sejumlah aturan pengetatan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mikro.

Brak! Eh Motornya Nangkring di Atap Mobil Seusai Tabrakan

Kecelakaan di Kediri itu melibatkan Honda CBR dan Honda Brio. Video motor nangkring di atas mobil seusai bertabrakan tersebut viral.