Tutup Iklan
Solo Tambah 29 Kasus Baru Positif Covid-19, Kumulatif Jadi 100 Orang!
Ilustrasi zona Covid-19. (freepik)

Solopos.com, SOLO -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo mencatatkan 29 kasus baru terkonfirmasi positif pada Rabu (15/7/2020). Dengan tambahan tersebut kumulatif jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 100 orang.

Tambahan kasus pada Rabu terbagi menjadi beberapa klaster, meliputi klaster tahu kupat, klaster Pasar Harjodaksino, klaster Penumping-Karangasem, dan klaster nakes RSUD dr Moewardi.

Selain itu, terdapat pula kasus pengembangan dari tracing dan kasus mandiri. Perinciannya, klaster tahu kupat bertambah enam orang, seluruhnya dari keluarga yang berdomisili di Kelurahan Purwosari, Laweyan.

Direkonstruksi, Begini Urutan Kejadian Latihan Silat Berujung Meninggalnya Remaja Gatak Sukoharjo

Dengan tambahan kasus baru tersebut, tahu kupat Purwosari menjadi klaster lokal dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak di Solo yakni 16 orang. Mereka termasuk pedagang tahu kupat yang dinyatakan positif pada Sabtu (11/7/2020).

Sebelumnya pada Selasa (14/7/2020) dari klaster ini ada sembilan orang yang positif. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan angka penularan klaster tahu kupat Purwosari terbilang tinggi.

60 Spesimen

Dari 60 spesimen kontak erat dan dekat yang diuji swab secara polymerase chain reaction (PCR/reaksi rantai polimerase), 15 di antaranya tertular virus SARS CoV-2. Artinya, persentase penularannya mencapai 25 persen.

Ngaku Kuliah di 43 Kampus, Razali Ternyata Mendaftar Cawawali Pilkada Solo Lewat PDIP

Tambahan kasus baru positif Covid-19 berikutnya dari klaster Pasar Harjodaksino, Solo. Tiga orang kontak erat yang diketahui membantu pedagang empon-empon kerikan itu seluruhnya terkonfirmasi positif.

Namun, hanya satu orang dari mereka yang berdomisili di Solo. “Dua pedagang lain masing-masing berdomisili di Sukoharjo dan Boyolali. Kami koordinasi lintas wilayah lagi,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu petang.

Kasus tambahan selanjutnya dari klaster Penumping-Karangasem. Ini adalah pengembangan dari pasien anak asal Semarang yang berkunjung ke Solo. Dia terkonfirmasi positif kemudian dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Solo.

Tracing Diperluas, 200 Pedagang Pasar Harjodaksino Solo Bakal Diuji Swab

Lantaran domisili sehari-harinya di Semarang, kasus tercatat di ibu kota Jawa Tengah itu. Pengembangannya, pasien positif Covid-19 itu sudah berkontak dengan keluarganya di Kelurahan Penumping dan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, dan memunculkan kasus baru.

Setelah tracing dilakukan, enam orang keluarganya positif Covid-19. “Di Semarang, anak ini tinggal dengan saudaranya. Kemudian, ke Solo ke rumah neneknya, main ke saudara-saudaranya yang lain. Sebagian dari pasien klaster ini karantina mandiri,” beber Ning, sapaan akrabnya.

Klaster Tenaga Kesehatan

Tambahan kasus berikutnya adalah 13 tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Moewardi yang masih terkait kasus sebelumnya. Mereka yang terkonfirmasi positif, sebagian adalah mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan sebagian lainnya dokter senior.

Pola Tracing Diubah, Kontak Lini 1 Pasien Positif Covid-19 Sukoharjo Langsung Swab

“Laporan pada kami ada 34 nakes RSDM, namun yang ber-KTP Solo hanya 13 orang. Kalau dikembangkan, mungkin masih ada lagi yang berdomisili di Solo. Namun, pendataan belum kami rampungkan. Jadi, bisa jadi angka itu bertambah di Solo besok,” ungkap Ning.

Tambahan lagi dua kasus baru positif Covid-19 di Solo adalah hasil tracing kontak erat dan dekat almarhum anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Syamsul Bahri. Dia meninggal dunia karena Covid-19 pada Minggu (12/7/2020).

Sukarelawan Corona Dinkes Jateng Terkonfirmasi Positif Covid-19 Di Sukoharjo

Tambahan seorang lagi adalah warga Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Dia menjalani uji swab mandiri dan dinyatakan positif, kemudian mendatangi Puskesmas Pajang dan melaporkan kondisinya.

Asli Sragen dan Berdarah Seniman, Ini Sosok Thathit Paksi Penabuh Gendangnya Dory Harsa

“Dia tanpa gejala dan sehat sehingga diperbolehkan menjalani karantina mandiri dengan pengawasan ketat puskesmas. Kami akan tracing nakes yang melayani dia saat di puskesmas,” ucap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo itu.

Toko Bahan Kimia Bratachem di Jl Radjiman Solo Terbakar, Bau Pekat Bikin Warga Nyaris Pingsan

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho