Warung makan rica-rica daging anjing di Solo, Minggu (18/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Masakan olahan daging anjing di Kota Solo mudah ditemui.

Solopos.com, SOLO – Solo surga kuliner gukguk, alias olahan daging anjing. Anjing-anjing itu dipasok dari luar Solo dengan harga Rp250.000-Rp300.000 per ekor.

Warung-warung tenda kaki lima yang menawarkan olahan daging anjing biasanya melabeli warung mereka dengan istilah sate jamu.

ahabat Anjing Surakarta longmarch di Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Minggu (26/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
ahabat Anjing Surakarta longmarch di Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Minggu (26/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Tuti, 41, pemilik Warung Rica-Rica Guguk Scoobydoo berjualan sejak 2010, menyebut anjing di warungnya dipasok dari luar Solo. Mereka sebagian besar dari wilayah Jawa Barat seperti Pangandaran, Ciamis, Garut, dan lain-lain.

Sekitar 100 warung kuliner daging anjing bertebaran di Kota Solo. Catatan Komunitas Sahabat Anjing Surakarta – komunitas yang mengkampanyekan stop makan daging anjing—menyebut ada tujuh lokasi penjagalan anjing di Kota Solo.

Lokasinya di Solo bagian utara. Di sana ada tujuh tempat penjagalan antara lain di Gilingan, Bonoloyo, dan kawasan Palang Joglo.

Tempat-tempat ini dalam sehari bisa menyembelih 23 ekor anjing. Akan tetapi masih banyak tempat penjagalan kecil-kecilan yang hanya menyembelih dua hingga tiga ekor anjing.

Tempat penjagalan tersebut, dilihat dari luar seperti rumah pada umumnya.

Baca Juga:
1.200 Anjing dibantai setiap hari
2 Kecamatan di Karanganyar Jadi Sentra Penjualan Daging Anjing
Sengsu Khasanah Kuliner Solo

Tuti, pemilik warung rica-rica gukguk Scoobydoo di Gilingan mengaku dalam sehari menyembelih 4 ekor anjing berbobot sekitar 13 kg. Jadi dalam sehari, warung itu menyembelih 50 kg anjing hidup, tetapi setelah disembelih dan dipotong-potong menyusut menjadi 45 kg.

Maraknya warung daging anjing ini membuat pencinta satwa menjadi tidak tahan melihat perdagangan anjing dan penyiksaannya.

“Kami [Sahabat Anjing Surakarta] aktif mulai 2012. Hanya kami sistemnya tidak langsung terjun kelapangan. Kami mengamati apa yang terjadi di Kota Solo dan apa yang harus kami lakukan di sini. Akhirnya kami memberi nama Sahabat Anjing Surakarta pada Agustus 2016,” kata  Ketua Sahabat Anjing Surakarta, Mustika Chendra Purnomo yang akrab disapa Meme kepada Solopos.com yang berkumpul bersama dengan pengurus lainnya, yaitu Corry, Ricky, Fredy, dan Rykha, Kamis (1/2/2018).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten