Solo Pertahankan 50 Hektare Sawah Produktif

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menanti persetujuan substansi untuk menghapus status sawah lestari. Sekretaris Daerah (Sekda Solo Ahyani mengatakan usulan yang sudah digedok pada Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Tengah itu akan menghilangkan status sawah lestari di dalam peta.

Solo Pertahankan 50 Hektare Sawah Produktif

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sawah. (Bisnis-Rachman)

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menanti persetujuan substansi untuk menghapus status sawah lestari. Sekretaris Daerah (Sekda Solo Ahyani mengatakan usulan yang sudah digedok pada Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Tengah itu akan menghilangkan status sawah lestari di dalam peta.

Namun, pada kenyataan di lapangan Pemkot akan mengusahakan agar sawah yang masih produktif itu dipertahankan.

“Sawah yang benar-benar produktif akan kami jaga. Enggak serta merta akan dikeringkan semua. Hanya mengakomodasi yang sekarang itu sudah dikeringkan sama yang memang enggak layak ditanami. Seperti, sawah di tengah permukiman yang tidak mendapat aliran air irigasi. Luasnya yang dipertahankan ini enggak sampai 50an hektare,” kata dia, kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).

Ahyani mengatakan sawah seluas itu tersebar di beberapa kelurahan, di antaranya Sumber, Karangasem, dan Banyuanyar. Jumlah itu berkurang dari 135 hektare pada 2013 kemudian terus menyusut menjadi 110 hektare pada 2017. Angka 50an hektare yang tersisa pada 2018 merupakan hasil survei dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Luasan 50an hektare itu masih sawah, masih teraliri saluran irigasi, masih digarap. Kalaupun nanti dialihfungsikan enggak untuk industri. Tapi, permukiman, fasilitas umum, dan sosial. Permukiman itu enggak cuma rumah-rumah ya, tapi bisa fasilitas ibadah, rekreasi masyarakat, dan sebagainya,” jelas Ahyani.

Penghapusan status sawah lestari dikarenakan banyaknya pertumbuhan rumah tak berizin di kawasan itu. Karena secara riil di lapangan, keberadaan area persawahahan sudah tidak ada lagi atau dikeringkan.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP) Kota Solo, Weny Ekayanti, mengatakan menyusutnya lahan persawahan tersebut dikarenakan sudah tak lagi produktif.

Sejumlah area persawahan tak digarap dan ditinggalkan pemiliknya, selain berubah menjadi area perumahan. “Jumlah 50an hektare itu belum pasti karena kami masih melakukan pendataan ulang yang prosesnya masih berlangsung,” kata dia, Kamis (8/8/2019).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Toto Amanto mengaku menerima puluhan permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) di sebagian lahan sawah tersebut.

“Paling banyak untuk rumah tinggal. Mungkin karena sebenarnya sawahnya sudah tidak ada, jadi ingin dibangun rumah di sana. Namun karena masih tercantum sebagai sawah lestari dalam Perda Nomor 6/2010, maka permohonan tersebut belum kami tindaklanjuti,” kata dia. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.