Pemandangan Kota Solo (Maulana Surya/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Kota Solo masuk dalam 77 besar kontes tujuh kota ajaib di dunia (New 7 Wonders Cities/N7WC). Solo akan bersaing dengan kota-kota besar lain di dunia seperti Tokyo di Jepang; New York di Amerika Serikat; Doha di Qatar, hingga Paris di Prancis.

Wakil Indonesia lainnya dalam N7WC adalah Jakarta, yang juga masuk dalam 77 besar. Sebanyak 77 kota menyisihkan lebih dari 300 kota di dunia dalam tahap kualifikasi yang digelar sejak 2012 hingga 7 Oktober 2013. Tahap kualifikasi menggunakan voting online dan pesan singkat (SMS).

Dalam tahap kualifikasi, Solo dan Jakarta tergabung dalam region Asia Tenggara dan Oseania. Kini, karena sudah masuk dalam 77 besar, Solo dan Jakarta harus bersaing secara langsung dengan kota-kota besar lain di dunia. Berdasarkan pantauan Solopos.com di website www.new7wonders.com, Selasa (8/10/2013) malam, tahap seleksi terhadap 77 kota di dunia dilakukan 7 Oktober-21 Oktober. Panel ahli akan menyaring 28 kota sebagai calon finalis tujuh kota ajaib di dunia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Widdi Srihanto, mengaku senang mendengar kabar tersebut. ”Kami akan bekerja sama dengan Dishubkominfo. Karena itu kaitannya dengan information technology (IT) yang mengangkat branding Kota Solo,” jelas Widdi saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Widdi memaparkan segala isi branding Kota Solo tak lepas dari peran petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk terus mempromosikan perihal kebudayaan, transportasi, wisata kuliner, pariwisata dan lainnya. ”Kami akan dukung supaya Solo masuk tujuh kota keajaiban baru. Promosi digencarkan melalui internet,” jelas Widdi.

Sementara itu, Kasi Jaringan informatika dan Komunikasi Publik Dishubkominfo Solo, Topan Redina, menjelaskan akan menyikapi setelah adanya pengumuman tersebut.

Pihaknya bakal menggandeng beberapa instansi pemerintah dan komunitas teknologi informasi. Dalam hal ini, dirinya akan merangkul Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk memilih sekolah yang berbasis IT. ”Teknisnya kami minta siswa yang biasa membuka internet untuk memvote pada alamat website. Sistemnya bergilir, hari ini SMP A, besok SMP B, lusa SD C dan seterusnya. Konsepnya sambung menyambung dari sekolah satu ke sekolah lainnya yang berbasis IT. Karena untuk vote New 7 Wonders Cities tidak dibatasi,” paparnya.

Selain itu, beberapa komunitas IT di Kota Solo diminta untuk mendukung supaya Solo masuk seleksi tahap tiga memilih 28 kota. ”Kampus yang berbasis IT juga kami minta berpartisipasi. Kami tidak sebenarnya tidak tahu, hadiah dari seleksi itu apa dan siapa sebenarnya penyelenggaranya. Namun kita patut bangga, kalau Kota Solo dikenal oleh orang dari belahan dunia,” pungkasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Teguh Prakosa, menilai Solo dipilih sebagai salah satu kota yang masuk dalam kontes tujuh kota ajaib di dunia harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Menurut dia, Solo sebagai kota yang sejuk, kota budaya, kota heritage dan simbol kota lainnya berkembang sedemikian pesat.

”Artinya dua dekade walikota, mulai dari 2005-2010 dan 2010-2015, Solo berkembang signifikan. Dulu, Solo sudah dikenal sebagai kota kuliner, kota budaya dan sebagainya, tapi Solo belum tertata dan terkondisikan dengan baik. Masih ada daerah kumuh, tapi sekarang daerah kumuh tinggal di bantaran Bengawan Solo. Dengan Pak Jokowi ke Jakarta, ternyata dunia masih melihat kesinambungan kepemimpinan di Solo dengan irama sama,” ujar Teguh saat dihubungi Solopos.com, Selasa malam.

Teguh optimistis Solo bisa masuk 10 besar ajang kontes N7WC dengan syarat ada pembenahan di beberapa hal, termasuk kondisi Keraton. Beberapa daerah yang belum tertata, sambung dia, harus ditata dengan baik, termasuk pembangunan seluruh pasar tradisional. Selain itu, Solo yang nyaman dan aman harus dipertahankan dan ditingkatkan. ”Dengan semua itu, saya kira untuk menuju 10 besar dalam kontes itu tidak sulit,” pungkasnya. (Muhammad Khamdi/Tri Rahayu/JIBI/Solopos)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten