Penumpukan kendaraan terjadi di Tegalmas, Jogonalan, Klaten, Jumat (7/6/2019). Memasuki H+2 Lebaran, arus lalu lintas di Jalur Solo-Jogja padat merayap. (Solopos-Ponco Suseno)

Arus lalu lintas pada H+2 Lebaran di sepanjang Jl. Solo-Jogja, mulai dari Tegalgondo (Wonosari) hingga Prambanan dinilai padat merayap. Volume kendaraan di kawasan Prambanan mencapai 2.800-an unit per jam.

Solopos.com, KLATEN– Arus lalu lintas pada H+2 Lebaran di sepanjang Jl. Solo-Jogja, mulai dari Tegalgondo (Wonosari) hingga Prambanan dinilai padat merayap. Volume kendaraan di kawasan Prambanan mencapai 2.800-an unit per jam.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di sepanjang Jl. Solo-Jogja saat H+2 Lebaran terjadi penumpukan kendaraan di setiap persimpangan atau pertigaan yang terdapat rambu-rambu lalu lintas. Selain di Tegalgondo dan Prambanan, penumpukan kendaraan terjadi di kawasan Pakis, Delanggu, Penggung, Mlese, kawasan perkotaan, Tegalyoso, dan Tegalmas. Di samping itu, penumpukan kendaraan juga terjadi di jalur alternatif, yakni di kawasan Jatinom. Satlantas Polres Klaten melakukan sistem buka-tutup guna mengurai penumpukan kendaraan.

Sesuai pantauan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten di pos pemantauan Prambanan menyebutkan jumlah kendaraan yang melintas dari Jogja-Solo mencapai 2.800-an unit per jam. Jumat (7/6/2019) pukul 07.00 WIB-08.00 WIB, jumlah kendaraan roda dua yang masuk ke Klaten dari arah Jogja mencapai 1.258 unit. Sedangkan kendaraan roda empatmencapai 1.561 kendaraan. Pantauan serupa juga dilakukan pukul 08.00 WIB-09.00 WIB. Di waktu tersebut, jumlah kendaraan roda dua yang melintas berkisar 1.293 unit dan kendaraan roda empat sebanyak 1.548 unit.

“Selama arus mudik dan arus balik ini, sejumlah petugas Linmas juga ditugaskan memantau arus di Jl. Solo-Jogja. Setahu saya, kondisinya hampir sama, yakni arus lalu lintas padat merayap [seperti di Prambanan, Klaten Kota, Terminal Ir. Soekarno, Alun-alun Klaten, Masjid Al Aqsha Klaten, Penggung, Delanggu, dan Jatinom],” kata salah satu petugas Linmas di Klaten, Midodo, 50, saat ditemui Solopos.com, di Prambanan, Jumat.

Hal senada dijelaskan Kepala Pospam Prambanan, Iptu Tono, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi. Arus lalu lintas di depan kawasan Candi Prambanan padat dan lancar.

“Jumlah pengunjung ke Candi Prambanan juga mengalami peningkatan signifikan. Guna memperlancar arus lalu lintas, kami memberlakukan satu arah saat masuk ke Candi Prambanan [pengunjung yang ingin keluar dari kompleks Candi Prambanan lewat pintu utara]. Pengendara yang ingin ke Klaten/Solo dapat melalui arah kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng hingga ke daerah Klaten,” katanya.

Kasatlantas Polres Klaten, AKP Bobby Anugrah Rachman, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan sudah menyiapkan tim pengurai arus lalu lintas saat terjadi penumpukan kendaraan.

“Tim pengurai arus lalu lintas disiagakan di Prambanan, Alun-alun Klaten, dan Delanggu,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten