Ilustrasi Penggeledahan oleh Densus 88 (JIBI/Solopos/Antara/Hayu Yudha).

Solopos.com, JAKARTA -- Polisi menyebut Solo dan Jogja menjadi target operasi jaringan teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Pimpinan Abu Zee.

Abu Zee adalah tersangka kasus tindak pidana terorisme yang diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Bekasi pada 27 September 2019 lalu, bersama delapan tersangka teroris JAD lainnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa Tim Densus 88 Antiteror telah mengamankan 22 tersangka tindak pidana terorisme jaringan Abu Zee selama periode 10-14 Oktober 2019 yang sudah memiliki rencana matang untuk melakukan amaliyah bom bunuh diri di Yogyakarta dan Solo.

"Jadi, jika 22 pelaku terorisme ini tidak diamankan, mereka akan melakukan bom bunuh diri di Solo dan Jogja. Maka dari itu, Densus 88 bergerak cepat sesuai dengan fakta hukum itu," tuturnya, Senin (14/10/2019).

Kendati demikian, menurut Dedi, Tim Densus 88 Antiteror belum menemukan fakta hukum bahwa kelompok teroris jaringan Abu Zee tersebut punya rencana meneror pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2019 nanti.

"Belum ditemukan fakta mengarah ke sana. Tapi sampai saat ini, Densus masih mengejar seluruh terduga teroris itu berdasarkan fakta hukum yang ditemukan di lapangan," katanya.

Seperti diketahui, Densus 88 menangkap 24 teroris sejak 1 September 2019 hingga 9 Oktober 2019. Kemudian, sejak 10-14 Oktober 2019 sebanyak 22 teroris kembali ditangkap.

Seluruh teroris tersebut berkaitan dan memiliki struktur di media sosial dan tergabung dalam sebuah grup di Telegram. Kelompok ini memiliki ciri khas selalu memberitahukan di grup chat yang mereka miliki apabila hendak melakukan amaliyah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten