Tutup Iklan
Solo Inflasi 0,29%, Gegara Harga Telur dan Daging Ayam Tinggi Banget
Ilustrasi telur ayam. (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Kota Solo mengalami inflasi sebesar 0,29 persen pada Juni 2020. Inflasi ini disebabkan kenaikan harga sejumlah komoditas yang ditunjukkan naiknya angka indeks harga konsumen.

Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar di Solo adalah telur ayam ras dan daging ayam ras. Masing-masing memberi sumbangan inflasi 0,08 persen dan 0,07 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, Totok Tavirijanto, mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2020 menujukkan kenaikan.

Khawatir Lukai Orang, Warga Wonogiri Ini Amankan Puluhan Meter Benang Layangan di Jalan

Dari enam kota di Jawa Tengah, semuanya mengalami inflasi. Solo berada di urutan ketiga setelah Tegal dengan inflasi 0,42 persen, diikuti Purwokerto 0,4 persen. Di nomor empat Cilacap 0,28 persen, Semarang inflasi 0,16 persen, dan Kudus 0,09 persen.

“Berdasarkan pemantauan kami, Solo terjadi inflasi 0,29 persen pada Juni 2020. Jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya lebih tinggi [0,26%]. Sedangkan laju inflasi tahun kalender Januari-Juni sebesar 0,61%, sementara laju inflasi year on year [tahunan] sebesar 1,4%,” ujarnya kepada wartawan di Solo, Rabu (1/7/2020).

Totok menjelaskan beberapa komoditas yang menyumbang angka inflasi adalah telur ayam ras dengan andil inflasi 0,08%, daging ayam ras (0,07%), nasi dengan lauk (0,04%), mi (0,03%), dan tukang bukan mandor (0,02%).

Warga Ngeyel Tak Pakai Masker, Camat Manisrenggo Klaten Ngelus Dada

Kenaikan Harga Kelompok Makanan dan Minuman

Di sisi lain, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga, adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau naik 0,41% dan kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,09%.

Selain itu, inflasi Solo dipicu kenaikan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang naik 0,10%, kelompok kesehatan naik 0,07%, dan kelompok transportasi naik 0,06%.

Selanjutnya, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,02%, kelompok rekreasi, olah raga dan budaya naik 0,02%, kelompok penyediaan makanan, minuman/restoran naik 1,30%, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,10%.

Pelatihan Program Kartu Prakerja Disetop per 30 Juni, Lho Kenapa?

Sebaliknya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,06%. Sedangkan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks harga.

Sementara itu, seorang pedagang ayam di Pasar Gede, Solo, Dalyamti, mengatakan harga daging ayam masih tinggi di angka Rp40.000/kilogram. “Ya [harga daging ayam tinggi], enggak berani stok banyak, pembeli belum seramai biasanya, langganan katering belum pada buka,” jelas dia.

Dari pantauan Solopos.com, pada sistem informasi harga dan produksi komoditi (Sihati) hargajateng.com di Solo harga daging ayam ras mencapai Rp40.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp24.600 per kilogram.

Gojek, Luna Maya, dan Publik Figur Salurkan Sembako untuk Pekerja Harian Soloraya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho