Solo Great Sale 2020: Aplikasi Solo Sale Diluncurkan Meski Belum Paripurna
Panitia menunjukkan pamflet berisi informasi aplikasi Solo Sale berbasis Android saat acara sosialisasi Solo Great Sale (SGS) 2020 di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (19/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)Panitia menunjukkan pamflet berisi informasi aplikasi Solo Sale berbasis Android saat acara sosialisasi Solo Great Sale (SGS) 2020 di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (19/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Panitia Solo Great Sale (SGS) resmi meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama Solo Sale yang akan mempermudah konsumen memasukkan data transaksi, mengecek poin, hingga melihat beragam promo dan diskon selama penyelenggaraan SGS pada Februari 2020.

Aplikasi ini diluncurkan di arena car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (19/1/2020). Sayangnya, setelah diluncurkan, aplikasi Solo Sale ini belum sempurna, seperti proses registrasi yang kurang lancar hingga baru munculnya dua kategori tenant.

Ketua Panitia SGS 2020, Farid Sunarto, mengatakan aplikasi Solo Sale memang belum sempurna lantaran terkendala approval dari Google Playstore. Menurutnya, aplikasi tersebut sudah diajukan ke Playstore pada Selasa (14/1/2020) dan tengah menunggu approval yang membutuhkan waktu sekitar tujuh hari.

Dengan demikian, kemungkinan besar aplikasi ini baru bisa berfungsi sepenuhnya pekan ini. Sebelum SGS resmi dimulai pada 1 Februari mendatang, waktu sekitar dua pekan ini akan dimanfaatkan panitia untuk evaluasi dan monitoring aplikasi.

Bupati Yuni Siapkan Sanksi Tegas untuk PNS Sragen Mesum di Parkiran Mal Solo

“Misalnya soal operasional yang belum lancar sampai kategori tenant yang belum semuanya muncul,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu sore WIB.

Lebih lanjut Farid menjelaskan SGS tahun ini sebenarnya meluncurkan dua aplikasi. Namun demikian, panitia mengedepankan aplikasi Solo Sale yang dikhususkan untuk customer terlebih dahulu.

Menurutnya, aplikasi ini dinilai responsif sehingga ke depan bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai payment gateway. Di sisi lain, panitia telah mengantongi database customer sekitar 60.000 orang yang berbasis data SGS Card lama.

Data ini nantinya bisa diinjeksi dalam aplikasi anyar sehingga customer lama yang tidak berganti nomor telepon akan menerima notifikasi mengenai adanya aplikasi Solo Sale dan cara aktivasinya.

Sementara untuk tenant atau merchant ada aplikasi Solo Sale Tenants. Pihaknya memiliki setidaknya data base tenant lama yang ikut dalam SGS tahun lalu. Menurutnya, aktivasi ini bisa melalui offline dengan datang ke kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo atau melalui aplikasi Solo Sale Tenants dan tinggal menunggu approval admin secara online.

“Sekarang sudah ada 3.500 tenant. Kami fokus menyasar sentra kuliner yang belum [jadi tenant], seperti di New Galabo hingga kuliner di Kota Barat. Kami kerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk masuk dalam komunitas paguyuban pedagang,” paparnya.

Pengusaha Kain Lukis Nasrafa, Yani Mardiyanto, mengaku siap menyukseskan penyelenggaraan SGS 2020. Pengusaha asal Solo ini rutin ikut serta sebagai merchant SGS.

Pelajar Pembunuh Begal Terancam Penjara Seumur Hidup, Bagaimana dalam Hukum Islam?

Ia juga siap memberikan diskon dan promo spesial untuk semua produk. “Tahun ini saya memberi diskon sebesar 25% untuk semua produk saya pada SGS 2020. Tahun lalu, saya diskon 20%,” ujarnya.

Menurutnya, SGS membantu mendongkrak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masa low season seperti ini. Sebenarnya, bisnis kain lukis miliknya cukup stabil, tidak terpengaruh bulan.

Akan tetapi, SGS mampu menaikkan omzetnya. “Produk andalan kami jilbab lukis, blus lukis, syal lukis, dan tas lukis. Semua ada peminatnya,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho