F.X. Hadi Rudyatmo (Dokumen/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — Beberapa hari lalu muncul pemberitaan di media sosial yang menyebut Kota Solo memiliki kawasan kumuh terbesar kedua se-Jawa Tengah.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menampik kabar itu dengan menyebut data yang disajikan salah. Kepada wartawan, Minggu (13/10/2019), Rudy, sapaan akrabnya, membeberkan angka 300an hektare kawasan kumuh tersebut merupakan data pada 2016.

“Datanya pasti salah. Kalau tidak salah tahun ini menyisakan 100an hektare. Indikatornya apa bisa terkumuh kedua se-Jateng,” kata Rudy.

Pria 59 tahun itu justru memamerkan Kota Solo baru saja mendapatkan prestasi juara satu pada Hari Habitat Sedunia 2019. Selain itu dari indeks Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia menetapkan Solo sebagai Kota Paling Layak Huni pada 2018 lalu.

Lha kemarin kami paparan (hari) habitat juara kok, yang dipresentasikan kan lingkungan kumuh 100 0 100 itu, saya dapat juara satu dapat nilai 91,42 dan dapat hadiah Rp1 miliar, kami taruh di RW 009 Kelurahan Nusukan,” kata Rudy.

Koordinator Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Solo, Cornelius Tri Cahyo, menyebut Solo menjadi kawasan kumuh terbesar posisi kedua di Jawa Tengah tersebut merupakan data pada 2016 lalu dengan luas kumuh sebesar 359,5 hektare.

Berbagai intervensi dan program lantas menurunkan kawasan itu hingga tersisa 100an hektare pada akhir tahun ini.

“Perkembangannya dari 2016 ke 2017 yang tertangani 31,23 Ha, atau 8,7 persen, kemudian 2018 realisasi penanganan kawasan kumuh 122,48 Ha atau 34,1 persen, dan sisa target 2019 ini 205,8 Ha atau 57,2 persen. Targetnya program yang dikerjakan selama 2019 mengurangi kawasan kumuh menjadi separuhnya atau sekitar 100 hektare,” kata dia, kepada solopos.com.

Jaringan Abu Zee Sudah Punya Rencana Matang Bom Bunuh Diri di Solo

Selain menjadi juara pertama lomba Hari Habitat Sedunia 2019, penanganan kawasan kumuh di Kelurahan Semanggi Solo juga mendapatkan juara pertama. Kedua lomba bertema best practice penataan kawasan kumuh.

“Jadi itu data lama, karena yang terbaru kawasan kumuh di Solo tersisa 205,8 hektare, dengan potensi pengurangan lagi menjadi 100 hektare. Tapi, tepatnya baru kami hitung akhir tahun nanti,” ucap Cahyo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten