Foto viral Kali Mbalong penuh sampah di depan Kelurahan Sudiroprajan (Instagram-@dlhsolo)

Solopos.com SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana meniru Kediri dalam pengelolaan sampah yakni dengan membuat tempat pembuangan sampah (TPS) 3R (reuse, reduse, recycle).

Reuse ialah pemanfaatan sampah yang masih bisa digunakan, reduce berarti mengurangi produksi sampah, sementara recycle berari daur ulang sampah. TPS 3R tersebut bakal dibangun di dua lokasi, yakni TPS Bonoloyo di Kelurahan Kadipiro dan TPS Sondakan di Kelurahan Laweyan.

Riset terbaru Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan 24 persen sampah di Indonesia tidak terkelola dengan baik. Dari sekitar 65 juta ton sampah di Indonesia setiap harinya, sekitar 15 juta ton mengotori ekosistem dan lingkungan karena belum ditangani dengan tepat.

Sedangkan tujuh persen sampah didaur ulang dan 69 persen sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Karena itulah, Pemkot berusaha mengelola sampah dengan sistem 3R.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Sri Wardhani Purbowidjojo, mengatakan TPS Bonoloyo di Kelurahan Kadipiro dan TPS Sondakan di Kelurahan Laweyan dipilih karena memiliki luasan lahan cukup. TPS 3R sedikitnya membutuhkan lahan seluas 200 meter persegi.

Pemkot masih memiliki empat TPS dengan luasan tersebut, namun memilih dua di antaranya. “Kami belajar dari Kediri yang lebih dulu membuat TPS 3R. Di TPS tersebut ada ruangan untuk pemilahan sampah, sekaligus mengurangi tumpukan sampah,” kata dia, kepada wartawan, pekan lalu.

Dhani, sapaan akrabnya, mengatakan pembangunan TPS 3R dilaksanakan pada 2020. Saat ini tengah menyusun kebutuhan dana untuk diajukan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Nantinya, pengelolaan TPS 3R tersebut melibatkan masyarakat.

Mereka akan memilah sesuai jenis sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan diolah kembali. Sampah yang tak bisa lagi digunakan bisa langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo.

“Sampah rumah tangga, buah, sayur bisa dimanfaatkan untuk kompos. Sampah plastik dapat didaur ulang. Sampah yang dibuang ke TPA benar-benar tidak dapat dimanfaatkan,” jelas Dhani.

Dhani berharap masyarakat dapat berpartisipasi membentuk bank sampah di dua TPS tersebut. Bank sampah akan bermanfaat mengurangi volume sampah di TPS.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menyebut penanganan sampah termasuk prioritas. Baru-baru ini, Rudy, sapaan akrabnya, diundang Presiden Jokowi untuk membahas persoalan tersebut, salah satunya keberlanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

“Sampah itu prioritas, jadi makanya menjadi proyek strategis nasional,” kata dia.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten