Tutup Iklan
Salah satu koleksi Pisalin by Toko Solopos yang diperagakan di Solo Batik Fashion (SBF) 2019. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Menggelar acara besar seperti Solo Batik Fashion (SBF) sampai melewati usia satu dekade bukan hal mudah. Butuh ikhtiar panjang mempertahankan eksistensi agenda Solo tahunan ini.

Kali ini, pergelaran SBF ke-11 punya mimpi besar membawa batik ke panggung fashion dunia. Panitia SBF mengusung tema Solo Membatik Dunia dengan harapan bergaung hingga ke kancah internasional. Mereka optimis hal itu terwujud.

Desainer senior Solo yang ikut mengisi acara SBF 2019, Tuty Adib, berharap tahun depan bisa mengajak lebih banyak perancang. Tak hanya nasional tetapi juga hingga di level internasional.

“Saya yakin kita mampu. Secara histori Solo, sangat mampu menjadikan Solo sebagai kota fashion, kenapa tidak. Batik terbanyak di Solo, legenda banyak di Solo, industri fashion besar juga ada di Solo, histori, kultur, di Solo banyak sekali,” kata dia saat jumpa pers di Gedung Djoeang, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (9/10/2019).

Sejauh ini, kata Tuty, belum banyak desainer internasional yang memakai batik sebagai bahan utama. Namun, beberapa orang mulai mengambil desain batik sebagai sumber inspirasi karya. Hal ini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah semua stakeholder industri fashion di kota Solo. Apalagi saat perayaan Hari Batik Nasional (HBN) di Pura Mangkunegaran pekan lalu Presiden Joko Widodo berpesan untuk membawa batik hingga kancah internasional.

 

30 Desainer

Panitia mendatangkan 30 desainer dari Solo hingga Lampung pada gelaran SBF 2019. Beberapa nama besar hingga desainer anyaran ikut memeriahkan. Mereka di antaranya Joko SSP, Owen Joe, Bella Quarta, Nasha Dress, brand Pisalin by Toko Solopos, dan masih banyak lagi.

Kali ini, Pisalin bersanding dengan brand ternama di Soloraya dalam agenda SBF 2019. Masing-masing desainer membawakan delapan outfit dengan beragam tema. Mulai dari karya batik yang terinspirasi dari warna alam, tema bawah laut, inspirasi wayang, narasi kebinekaan, hingga membawa garapan dramatis yang berangkat dari isu personal.

Agenda ini digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (19-20/10/2019) di Halaman Balaikota Solo. Acara dipastikan meriah dengan melibatkan top model Jakarta, Bali, Yogya, dan Solo. Menariknya, para model bakal diiringi live gamelan pada hari pertama dan selanjutnya musik orkestra.

Koleksi Pisalin dipamerkan dalam press conference Solo Batik Fashion 2019. (Istimewa)
Koleksi Pisalin dipamerkan dalam press conference Solo Batik Fashion 2019. (Istimewa)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten