Solo Batal Jadi Markas Prabowo-Sandi, Alasannya Kejauhan
Sandiaga Uno. (Dok. Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno)

Solopos.com, JAKARTA -- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berencana memindahkan posko pemenangan dari Jakarta ke Jawa Tengah pada awal tahun depan. Ada beberapa tempat potensial yang dijadikan markas, namun Solo batal jadi lokasi markas baru.

Sandi mengatakan bahwa kawasan di dekat rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi) Solo dicoret dari daftar. Alasannya, lokasi itu dinilai kurang strategis. Dia lebih memilih berada di sentral basis suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lainnya.

“Terlalu jauh kalau di Solo. Mungkin di tengah-tengah seperti daerah Salatiga, Wonosobo, mungkin ya Temanggung, daerah situ,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Sandiaga menegaskanpemindahan ini berdasarkan permintaan relawan saat kunjungan ke Jawa Tengah (Jateng). Di Jawa Tengah yang disebut-sebut sebagai Kandang Banteng (kantong massa PDIP), pasangan 02 ini juga merasa tingkat pengenalan dan keterpilihan masih sedikit. Apalagi pada 2014 Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa kalah telak.

“Untuk memudahkan mobilisasi dan logistik tentunya akan sangat mudah kalau kita bergerak dari Jawa tengah. Tempatnya di mana, lagi diputuskan tim pemenangan,” ucapnya.

Sementara itu, pada Kamis (13/12/2018) hingga lima hari ke depan Sandi akan kembali menyapa warga Jateng. Di sela-sela serapan aspirasi, Sandi berencana melakukan konsolidasi mengenai perpindahan posko.    

“Salah satu PR [pekerjaan rumah], kita akan kerja sama dengan pemerintah kota dan provinsi untuk kurangi kemiskinan yang signifikan di Jateng. Tentu dengan tingkat penghasilan, perbaikan ekonomi, dan penurunan biaya hidup kita akan turunkan tingkat kemiskinan,” jelasnya.

Sebelumnya Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Sudirman Said menjelaskan bahwa markas perjuangan peserta pilpres 02 ini akan dipindah ke Jateng mulai awal 2019.

Dengan perhatian Sandi yang lebih di Kandang Banteng, Sudirman mengklaim optimistis elektabilitas Prabowo-Sandi bisa melebihi 42%. Saat itu, Prabowo hanya mendapat 6.485.720 (33,25%) dari Jokowi yang memperoleh 12.959.540 (66,65%).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom