SOLAR LANGKA : Banyak Pengguna Kecele di Sragen
Petugas stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Masaran memasang tanda habisnya stok solar di tempat mereka. Stok solar di SPBU itu habis sejak Sabtu (30/3/2013) sore. Foto diambil Minggu (31/3/2013) siang. (JIBI/SOLOPOS/Ivan Andimuhtarom)

Petugas stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Masaran memasang tanda habisnya stok solar di tempat mereka. Stok solar di SPBU itu habis sejak Sabtu (30/3/2013) sore. Foto diambil Minggu (31/3/2013) siang. (JIBI/SOLOPOS/Ivan Andimuhtarom)
Petugas stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Masaran memasang tanda habisnya stok solar di tempat mereka. Stok solar di SPBU itu habis sejak Sabtu (30/3/2013) sore. Foto diambil Minggu (31/3/2013) siang. (JIBI/SOLOPOS/Ivan Andimuhtarom)
SOLO - Kelangkaan solar kembali berlanjut di wilayah Kabupaten Sragen, khususnya di jalur penghubung antarkota antarprovinsi. Akibatnya, banyak pengguna solar yang kecele ketika tiba di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pantauan Solopos.com, Minggu (31/3/2013) siang, sejumlah SPBU seperti SPBU Masaran, SPBU Punthukrejo, SPBU Jetak dan SPBU Sine, memampang tanda habisnya persediaan solar di tempat mereka. Beberapa truk yang hendak mengisi solar pun kecele kemudian melanjutkan perjalanan. Pengawas SPBU Masaran, Gilang, ketika ditemui Espos di kantornya, Minggu, mengatakan pengiriman solar terakhir terjadi Sabtu (30/3/2013) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, pada Sabtu sore, sekitar pukul 15.30 WIB, persediaan solar di SPBU tersebut telah habis.

“Pengiriman biasanya dua hari sekali. Hari ini sudah pesan, tetapi kemungkinan baru dikirim oleh Depo Pertamina Teras, Boyolali, besok [Senin (1/4/2013)],” ujarnya.

Menurutnya, selain para sopir bus dan truk, banyak warga penggarap sawah yang juga kecele saat akan membeli solar di SPBU itu. Ia mengaku merasa kasihan pada kondisi petani yang kini benar-benar membutuhkan solar sebagai bahan bakar mesin pembajak sawah mereka. “Di sini ada Pertamina Dex. Satu Jeriken berisi 10 liter harganya Rp140.000. Kan kasihan mereka [petani]. Setahu saya, kondisi kelangkaan solar memang merata dari wilayah Surabaya ke sini. Para sopir bus dan truk mengatakan hal itu kalau mampir kemari. Kalau harga mau naik, malah sekalian saja. Jadi jelas. Tapi barangnya ada,” tuturnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho