Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik ITCI Hutani Manunggal di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). (Antara - Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil meragukan ada hutan tanaman industri (HTI) milik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di area calon ibu kota pemerintahan baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Hal ini menanggapi tulisan mantan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan yang menyebut lahan milik perusahaan Prabowo.

"Rasanya tidak ada. Yang sifatnya HTI, Pak Prabowo tidak termasuk di dalamnya, rasanya ya, nanti akan kami lihat. Ada HTI, tapi bukan HTI beliau," kata Sofyan seusai mengikuti rapat internal tentang RUU pertanahan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Sofyan menjelaskan HTI yang berada di lahan calon ibu kota pemerintahan baru tidak perlu dibebaskan, melainkan tinggal dikurangi luasnya sesuai kebutuhan pemerintah. Wewenang untuk menghitung luas HTI tersebut ada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"HTI tidak perlu dibebaskan, tinggal dikurangi saja luas HTI-nya; karena HTI itu kan bukan hak tetapi hutan tanaman industri, jadi diberikan konsesi. Jadi kalau konsesi sekarang, misalnya, 100.000 [hektare], nanti diambil 20.000, tinggal dikurangi saja dari situ," jelasnya.

Sebelumnya, dalam sebuah tulisan berjudul Ibu Kota Baru yang dirilis di laman disway.id, Selasa (27/8/2019), Dahlan Iskan mengungkapkan sejarah kawasan itu. Dulunya, kata dia, kawasan itu adalah hutan yang ditebangi untuk diambil kayu-kayunya secara gelondongan.

"Ketika kawasan itu masih hutan pernah disebut sebagai kawasan emas hijau. Kayunya menghasilkan dolar tidak henti-hentinya. Kayu-kayu besar ditebang. Diekspor dalam bentuk gelondongan. Lewat teluk itu," tulis Dahlan.

Menurutnya, semula HPH kawasan itu diberikan kepada perusahaan asal Amerika Serikat, yaitu International Timber Corporation Indonesia (ITCI) yang berpusat di Oregon. Dahlan tahu karena pada dekade 1970-an dia sempat tinggal di Kaltim dan mengawali karier sebagai wartawan di sana.

"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," tulis Dahlan menyebut nama Prabowo.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Iskan, menyebut Dahlan Iskan salah menyebut kepemilikan HPH lahan tersebut. "Itu bukan lahannya Pak Prabowo, tapi lahan milik Arsari Group, perusahaannya Pak Hashim [Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo]," kata Dahnil saat dihubungi Solopos.com, Selasa (27/8/2019) sore. "Jadi Pak Dahlan salah menyebut itu."

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten