Soesmans Kantoor, Aset Pengusaha Terkaya Asia di Kota Lama Semarang

Soesmans Kantoor adalah bangunan bergaya Eropa di kawasan Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, yang merupakan peninggalan pengusaha terkaya se-Asia Tenggara zaman Belanda, Oei Tiong Ham.

 Gedung Soesman's Kantoor di Kawasan Kota Lama, Semarang (Facebook/Semarang tempo dulu)

SOLOPOS.COM - Gedung Soesman's Kantoor di Kawasan Kota Lama, Semarang (Facebook/Semarang tempo dulu)

Solopos.com, SEMARANG — Pengusaha terkaya se-Asia Tenggara di awal abad ke-20, Oei Tiong Ham (OTH), memiliki sederet peninggalan berupa bangunan yang dulu pernah dia gunakan untuk kegiatan bisnisnya di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Seperti yang sudah diberitakan Solopos.com sebelumnya, beberapa bangunan milik dari OTH ada di kawasan Kota Lama, Semarang. Kawasan ini dulu dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda, sehingga tidak heran jika banyak arsitekur bangunan khas Eropa yang berdiri di kawasan tersebut.

PromosiPemilihan Presiden 2024, Elektabilitas Lebih Penting daripada Platform

Sebagai tokoh yang paling berpengaruh saat itu, OTH memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Hindia Belanda sehingga dia memiliki sejumlah aset di kawasan Kota Lama yang kini menjadi peninggalannya. Aset-aset bangunan ini semuanya berada di satu lokasi di kawasan Kota Lama, yaitu di Jl Kepodang. Salah satu bangunan megah peninggalan OTH adalah Soesmans Kantoor.

Gedung Soesman's Kantoor dalam kondisi terbengkalai
Gedung Soesman’s Kantoor dalam kondisi terbengkalai (Instagram/@sosmanskantoor.id)

Baca juga: Misteri Hantu Cantik di Istana Pengusaha Terkaya ASEAN di Semarang

Dilansir dari laman Facebook Semarang Tempo Dulu, Rabu (26/1/2022), Soesmans Kantoor adalah bangunan bergaya  Eropa di kawasan Kota Lama yang pada 1914 digunakan sebagai perusahaan periklanan. Perusahaan ini pernah berjaya setelah mendapatkan kontrak dari pemerintah untuk mengiklankan program Transmigrasi ke Deli Serdang, Sumatra Utara.

Firma dengan nama Soesman NV ini juga memegang hak penyaluran tenanga kerja di perkebunan wilayah Sumatra dan Jawa. Sementara itu, dilansir dari laman Instagram @soesmanskantroor.id, gedung ini dibangun pada 1866 dengan nama resmi Borsumij Wehry Indonesia.

Pada periode 1885 hingga 1898, gedung peninggalan pengusaha terkaya se-Asia Tenggara di Semarang ini digunakan sebagai pusat perkantoran perusahaan ekspor-impor  kuda dan penyedia jasa pekerja yang akan dipekerjakan di pertambangan dan perkebunan karet. Perusahaan itu berdiri dengan nama Soesmans & Co yang didirikan oleh FJH Soesmans.

Baca juga: Begini Kondisi Istana Pengusaha Terkaya Asia Tenggara di Semarang

Pada 1898, perusahaan Soesmans & Co berganti nama menjadi Soesmans Emigratie, Vendu and Comissie Kantoor yang bergerak di bidang percetakan. Pada bagian belakang Soesmans Kantoor itu pun terdapat tulisan “Pertjetakan.” Pada masa setelah kemerdekaan, bangunan dengan luas 1.412 meter persegi ini pernah dimanfaatkan oleh perusahaan Borsumij Wehry Indonesia dan Asuransi Jiwa Sun Alliance.

Terbengkalai

Sementara itu, dihimpun dari berbagai sumber, gedung Soesmans Kantoor ini merupakan aset dari usaha OTH yang berada di bawah naungan Oeng Tiong Ham Concern (OTHC). Saat gurita bisnis OTHC sedang dalam masa kejayaan, gedung ini juga sering digunakan sebagai tempat aktivitas bisnis dan perdagangan sang konglomerat yang mendapat julukan “Raja Gula Asia” tersebut

Saat gurita bisnis OTHC berakhir, gedung ini masih dimanfaatkan untuk kegiatan perniagaan. Sampai akhirnya pada 2005, gedung ini tidak digunakan lagi dan menjadi bangunan yang terbengkalai. Hingga kemudian pada 8 November 2012, bertepatan dengan Hari Tata Ruang Dunia (Hartaru), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membentuk Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) sebagai wujud komitmen pemkot dalam berikrar dan menandatangai Piagam Komitmen Kota Pusaka.

Baca juga: Misteri Istana Pengusaha Terkaya Asia Tenggara di Semarang, Berhantu?

Melalui badan yang dibentuk tersebut, Pemkot Semarang mendorong semua pihak untuk memprioriotaskan kerja revitalisasi bangunan masa kolonial di kawasan Kota Lama sebagai bagian dari pelestarian budaya Indonesia dan dunia. Gedung Soesmans Kantoor yang dulunya adalah bangunan rusak dan terbengkalai, kini sudah direvitalisasi menjadi bangunan yang layak dikunjungi.

Proses Revitalisasi di Tahun 2018

Gedung Soesman’s Kantoor setelah direvitalisasi (Instagram/@soesmanskantoor.id)

Gedung yang dulunya sempat menjadi tempat beradu ayam ini mulai direvitalisasi pada 2018 silam. Kondisi bangunan yang sudah rusak parah dan ditumbuhi tanaman liar saat itu membuat proses revitalisasi membutuhkan tenaga ekstra dan menghabiskan lebih dari 10.000 jam pengerjaan untuk menjadikan gedung Soesman’s Kantoor menjadi layak huni seperti sekarang.

Selain menjadi tempat wisata, saat ini gedung Soesmans Kantoor menjadi wadah pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di kota Semarang. Selain itu, gedung Soesmans Kantoor ini juga digunakan sebagai tempat-tempat pertemuan dan juga pameran.

Baca juga: Istana Pamularsih Semarang, Peninggalan Pengusaha Terkaya Asia Tenggara

Gedung ini juga pernah menjadi lokasi syuting sebuah film Indonesia berjudul Wage yang menceritakan perjuangan salah satu pahlawan nasional, WR Supratman, penulis lagu kebangsaan, Indonesia Raya. Film ini digarap oleh John De Rantau pada 2017 dan pemilihan Soesmans Kantoor di kawasan Kota Lama ini untuk memberikan nuansa masa kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Check-in di Hotel, PSK di Semarang Dianiaya Tamu Pakai Muntu

Boy menganiaya PSK menggunakan muntu saat check-in di hotel untuk mengambil uang dan harta milik PSK tersebut.

Mobil Avanza Tabrak Karimun di Flyover Jatingaleh, Ini Kronologinya

Kecelakaan lalu lintas di Flyover Jatingaleh Semarang bermula ketika pengemudi Avanza diduga mengantuk atau kebingungan melaju dari arah Tanah Putih.

Jadi Percontohan, Desa di Semarang Ini Tanam Kedelai Varietas Unggul

Sebanyak 30 kilogram bibit kedelai yang terdiri dari varietas Sugentan dan Gamasugen diserahkan BRIN dalam kegiatan ini.

25 Orang Lolos Tes Potensi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng

Sebanyak 25 orang dinyatakan lolos tes potensi calon anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Periode 2022-2026.

Kuliner Nasi Penggel, Jumeokbap Korea Ala Kebumen

Nasi Penggel adalah olahan kuliner khas Kebumen, Jawa Tengah yang bentuknya menyerupai nasi kepal Korea, Jumeokbap.

Serem! Warga di Semarang Ini Tinggal di Tengah Kuburan

Warga Kampung Bergota Krajan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sudah lama hidup berdampingan dengan kuburan karena berada di kompleks permakaman.

Pengumuman! Layanan Imigrasi Semarang Akan Permanen di MPP Grobogan

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang berencana membuka layanan imigrasi secara definitif di Mal Pelayanan Publik Grobogan.

14 Ekor Sapi Positif PMK, Pasar Hewan di Banjarnegara Ditutup

Sejumlah pasar hewan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), ditutup menyusul ditemukannya kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK pada 14 ekor sapi.

Presiden Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker, Ini Saran Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyarankan masyarakat untuk sadar diri dalam melakukan perlindungan diri menyusul pelonggaran penggunaan masker di tempat terbuka.

Asal-Usul Pemalang, Tanah Merdeka di Pulau Jawa

Asal-usul Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dulunya merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa yang dipimpin seorang raja.

Misteri 3 Kerajaan Gaib di Jembatan Comal Pemalang

Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah, konon dikelilingi tiga kerajaan gaib.

Asal-Usul Desa Cawet Pemalang: Bermula dari Celana Dalam

Sejarah penamaan Desa Cawet di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berawal dari celana dalam.

Kenapa Pati Dijuluki Kota Paranormal?

Apa alasannya sih Kabupaten Pati di Jawa Tengah, dijuluki sebagai kota seribu paranormal?

Ternyata Ini Jabatan Pegawai Kecamatan Ngaringan Yang Nilap Bansos PKH

Camat Ngaringan Widodo Joko Nugroho mengatakan sudah melakukan tindakan kepada pegawai kecamatan yang diduga mencairkan bansos orang meninggal.

Ini Dia Rumah Sakit Tertua di Jawa Tengah, Ternyata Ada di Klaten

RSUP dr Soeradji Tirtonegoro di Kabupaten Klaten disebut-sebut sebagai salah satu rumah sakit tertua di Jawa Tengah atau Jateng.