Ilustrasi Murid SD (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO – Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan (Diskdik) Solo, Wahyono, mengatakan soal Ujian Sekolah (US) sangat mungkin dibuat dengan standar Soloraya. Hal ini menyusul peraturan baru yang menyerahkan mekanisme ujian kelulusan ke sekolah.

“Standar soal US nanti bisa saja tidak hanya Solo atau masing-masing kota/kabupaten. Tapi bisa saja nanti Soloraya. Sebab sampai saat ini dinas di kabupaten lain masih terus komunikasi mengenai hal ini,” ujar Wahyono saat ditemui di kantornya, Kamis (23/1/2020).

Wahyono juga menegaskan bahwa sekolah dapat membuat sendiri soal-soal tersebut atau menggunakan soal yang akan dibuat bersama-sama.

“Pakai soal sendiri boleh, pakai yang milik bareng-bareng juga boleh. Tapi kalau bikin soal sendiri kan mungkin belum semua sekolah mampu ya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, sebagian Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD di Solo menginginkan adanya standar soal untuk Ujian Sekolah (US). Standar ini dapat dipakai untuk mengukur kualitas sekolah.

Ketua K3S SD Kecamatan Serengan, Sujito, mengatakan, saat ini belum ada pertemuan dengan kepala-kepala SD di wilayahnya untuk membicarakan penghapusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan diganti dengan Ujian Sekolah (US). Kebijakan ini berimplikasi kepada keleluasaan sekolah membuat sendiri soal-soal ujian.

Namun Sujito berpendapat, soal-soal tersebut sebaiknya tetap memiliki standar tertentu untuk mengukur kualitas sekolah.

“Kalau saya pribadi maunya tetap ada standar dalam pembuatan soal ujian. Sebab kalau tidak ada standar, nanti bagaimana cara mengukur prestasi sekolah. Standar soal ujian ini bisa dibuat oleh kelompok sekolah,” ujarnya kepada Solopos.com, Rabu (21/1/2020).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten