Tutup Iklan

Soal Tuntutan Pembubaran Menwa, Ini Tanggapan Konas Menwa Indonesia

Kepala Staf Konas Menwa Indonesia menanggapi banyaknya tuntutan pembubaran Menwa menyusul kasus dugaan kekerasan terhadap salah satu peserta diklat di UNS Solo.

 Kepala Staf Konas Menwa Indonesia, M Arwani Denny (kanan), bersama Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak (kiri) di Mapolresta Solo, Kamis (28/10/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Kepala Staf Konas Menwa Indonesia, M Arwani Denny (kanan), bersama Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak (kiri) di Mapolresta Solo, Kamis (28/10/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO — Kasus meninggalnya Gilang Endi Saputra saat mengikuti kegiatan Diklat Pra Gladi Patria Ke-36 Menwa (Resimen Mahasiswa) UNS Solo memunculkan tuntutan pembubaran UKM tersebut dari kalangan mahasiswa dan publik.

Tak hanya Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang dituntut bubar, tapi juga Menwa Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS). Hal itu karena kasus mahasiswa meninggal saat mengikuti Diklat atau Diksar Menwa juga terjadi di universitas yang berkampus di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, itu.

Diminta tanggapannya mengenai tuntutan pembubaran Menwa tersebut, Kepala Staf Komando Nasional (Konas) Menwa Indonesia, M Arwani Denny, menganggap itu sebagai aspirasi. Menurutnya, semua pihak berhak mengungkapkan aspirasi, apa pun aspirasi itu.

“Jadi itu aspirasi biasa. Saya kira selagi kita masih dalam frame bekerjanya, berorganisasinya, saya kira akan ketemu titik temunya. Kita sebenarnya sama-sama anak bangsa yang ingin membangun bangsa,” katanya kepada wartawan seusai bertemu Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, di Mapolresta Solo, Kamis (28/10/2021) sore.

Baca Juga: Kasus UNS, Kepala Staf Konas Menwa Indonesia Datangi Polresta Solo

Lebih jauh, Arwani mengatakan kegiatan Menwa mestinya tidak identik dengan kekerasan. Diklat Menwa mestinya sudah tidak ada lagi tindak kekerasan.

Komponen Pendukung

“Bahkan TNI, Polri, zero accident. Sudah dibuat peraturan bahwa setiap pendidikan harus zero accident. Bahkan pendidikan sebaik apa pun ketika ada korban dianggap gagal. Kami sudah mengikut ke arah sana,” jelasnya.

Arwani menyampaikan berdasarkan UU No 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara, Menwa merupakan komponen pendukung atau nonkombatan. Karenanya kegiatan pendidikannya juga harus disesuaikan dengan itu.

Baca Juga: Kasus Diklat Menwa UNS Solo: 26 Saksi Diperiksa Polisi, Ada Tersangka?

“Hari ini kami memang melakukan reorientasi dan reformasi pembinaan Menwa. Rujukan kami adalah tridarma perguruan tinggi,” jelasnya. Unsur pengabdian masyarakat dalam tridarma tersebut, untuk Menwa diarahkan ke bidang penanganan kebencanaan.

“Jadi sudah tidak military heavy lagi seperti dulu, angkat senjata dan sebagainya. Negara sudah jelas mengatur Menwa adalah komponen pendudung bukan komponen cadangan. Bukan kombatan. Jadi tidak perlu bawa senjata,” lanjutnya.

Mengenai kasus di UNS Solo, Arwani menegaskan akan mengevaluasi standard operating procedure (SOP) yang dijalankan organisasi tersebut.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.